oleh

Yoktan Ditemukan Tanpa Kepala dan Kaki n; Dimangsa Buaya saat Mencari Ikan di Muara

-Hukrim-81 Dilihat

OELAMASI, Terasntt.com — Kurang lebih 10 jam dimangsa buaya saat melaut, tim SAR Kupang berhasil menemukan dan mengevakuasi Yoktan Benyamin, Senin (8/2/2016) pukul 16.00 wita. Korban ditemukan tanpa kepala dan kaki serta tubuhnya dicabik – cabik tak beraturan hingga usus terceberai.

Keluarga dan warga setempat yang sejak pagi mencari korban terus berjuang bersama Tim SAR hingga evakuasi.

Kepala Operasi (OPS) Tim Search And Rescue (SAR), Sipriyanto Ridwan saat ditemui Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengatakan operasi pencarian berlangsung hampir 10 jam yang dimulai dari muarah Kali Oilio, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Ridwan mengatakan, setelah kejadia sekitar pukul 05.30 wita pihaknya menerima laporan dari masyarakat dan langsung bergerak bersama 18 personilnya menggunakan Rigid,Truck Rescue dan Rescue Car dan tiba di TKP pukul 5.50 wita dan tepat pukul. 7.25 wita dimulai operasi pencarian jasad korban dari muara Oilio ke arah Timur.

Memurutnya, pencarian terhalang lumpur rawah dan rumput disekitar lokasi dan baru bisa di temukan setelah hampir 10 jam,tepat jam.16.00 wita. Jasad ditemukan sekitar 2 KM dari lokasi awal korban melaksanakan aktivitas nelayannya. Dan korban sudah meninggal dengan kondisi sekujur tubuhnya hancur tanpa kepala dan kedua kaki.

” Kita melakukan operasi hampir 10 jam baru ditemukan dan jaraknya hampir 2 KM dari tempat awal korban melakukan aktivitas nelayannya. Kami sempat mengalami hambatan karena lumpur rawah dan rumput menjulang tinggi. Kondisinya sangat menggenaskan tubuhnya hancur tanpa kepala dan kedua kaki,” ujar Ridwan.
Salah seorang warga setempat, Martha Loe kepada wartawan menuturkan, bahwa Yoktan Benyamin adalah seorang Nelayan yang setiap pagi maupun sore selalu mencari nafkah ikan di dekat muara Oilio. Dan tadi subuh warga sekitar digegerkan dengan informasi dari nelayan lain, bahwa Yoktan diterkam dan diseret seekor buaya di dalam laut.

” Saat itu semua warga berhamburan keluar menuju muara dan hanya menemukan peralatan yang dibawa korban untuk mencari saat dari rumah. Kami tidak tahu pasti kejadiannya hanya ada suara dari seorang nelayan yang berteriak dalam keadaan panik yang mengatakan ada orang diseret buaya di muara,sehingga kami lari kesana dan hanya menemukan peralatan nelayannya saja,” ujarnya.

Pihak Kepolisian belum menginformasikan penyebab kematian korban karena masih mengambil keterangan dari sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti. Demikian juga pihak keluarga belum dapat dikonfirmasi karena masih trauma dan panik dengan musibah yang dialami.(man)

Komentar