oleh

Waspada! Narkoba Mengintai

-Hukrim-20 Dilihat

BA’A, Terasntt.com – Letak wilayah Nusa Tenggara Timur yang berbatasan langsung dengan dua Negara yakni Australia dan Timor Leste cukup rentan dengan peredaran narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Narkoba).
Untuk pencegahan perdaran narkoba dibutuhkan partisipasi seluruh pihak baik pihak warga, pemerintah maupun aparatur keamanan dalam hal ini pihak kepolisian untuk menangkal peredaran obat terlarang tersebut.
Hal itu dikemukakan Kepala Bagian Tata Usaha Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Rote Ndao saat membuka pelatihan Satgas Anti Narkoba bagi pekerja swasta yang berlangsung di Kampus Universitas Nusa Lontar Rote, Rabu (18/11) malam.
Dalam kegiatan yang dihadiri sejumlah pembicara diantaranya asesor, dr. Patwin Wulandari, Wakapolres Rote Ndao, AKP. Niko Ndoloe, SE, Pembantu Rektor III Unstar Rote, Drs. Elisa Suki dipandu moderator Chris Pani diikuti 50 peserta asal sejumlah lembaga swasta di Kabupaten Rote Ndao.
Meski Kabupaten Rote Ndao belum tersentuh narkoba, namun seluruh komponan masyarakat diingatkannya agar terus waspada akan kemungkinan beredarnya obat terlarang tersebut.
Sementara wakil Rektor III Unstar Rote, Drs. Elisa Suki pada kesempatan itu mengatakan, untuk pencegahan peredaran narkoba diperlukan kesadaran seluruh pihak akan bahaya narkoba baik terhadap kesehatan maupun kesejahteraan masyarakat.
Secara kelembagaan kata Elisa, pihaknya terus mengingatkan mahasiswa di lingkungan Unstar Rote agar menjauhi narkoba serta turut membantu pemerintah memerangi narkoba.
Sedangkan asesor, dr. Patwi Wulandari saat memaparkan materinya menguraikan jenis-jenis narkoba seperti opium, ganja, shabu-shabu serta berbagai jenis narkoba lainnya.
Semula kata Wulandari, narkoba digunakan di kalangan medis untuk kepentingan pelayanan kesehatan namun dalam perjalanannya disalahgunakan oleh oknum.
Menurutnya, penggunaan narkoba oleh oknum yang tidak bertanggungjawab tersebut cukup membahayakan kesehatan dan merusak mental penggunanya. Ia mengatakan, penggunaan narkoba oleh sejumlah kalangan umumnya disebabkan berbagai factor. Bahkan kata dia, sejumlah pihak menggunakan obat terlarang tersebut sebagai bentuk pelarian atas persoalan yang dialaminya.
Sementara Wakapolres Rote Ndao, AKP. Niko Ndoloe, SE pada kesempatan itu mengatakan sesuai perintah Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, pihaknya sangat mendukung berbagai upaya pemberantasan narkoba di tanah air termasuk Kabupaten Rote Ndao.
Mantan dosen Fakultas Ekonomi Unstar Rote ini mengatakan, peredaran narkoba melibatkan sejumlah pihak yakni pengedar, pengguna dan produsen.
Kedepan kata Ndoloe, tak hanya pengedar maupun produsen yang diproses secara hukum namun pengguna juga akan dikenai sanksi hukum.
Ia juga mendukung langkah Kepala BNN Pusat, Komjen Pol Budi Waseso yang merencanakan pembuatan penjara atau lembaga pemasyarakatan khusus narapidana narkoba yang dijaga buaya dan piranha.
Menurutnya, buaya dan piranha dipilih karena kedua binatang itu memiliki sejumlah kelebihan dibanding binatang buas lainnya. Buaya dianggap relatif murah, mudah dipelihara, tahan penyakit, dan lapar. Yang lebih penting binatang ini tidak kenal kompromi.
“Kalau ada yang mau melarikan diri nanti diselesaikan dengan buaya. Biar nanti tersangkanya (bila ada tahanan terluka atau mati karena mencoba melarikan diri) adalah buaya,” ujarnya.(bet)

Komentar