oleh

Warga Dihimbau Tak Terprovokasi Insiden Aceh Singkil

-Humaniora-89 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com – Kasus pembakaran tempat ibadat di tanah air, akhir-akhir ini terkesan berupaya untuk mengoyakan semangat persatuan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang telah terbangun.
Kasus pembakaran Gereja di Aceh singkil, Provinsi Daerah Khusus Banda Aceh, Rabu (13/10) merupakan salah satu dari sejumlah kasus serupa yang kerap kali terjadi di tanah air.
Penggagas Kampung Toleransi Antara Umat Beragama Naibonat Kupang, Anselmus G. Djogo menghimbau warga Nusa Tenggara Timur (NTT) agar tidak terprovokasi dengan insiden pembakaran Gereja di Aceh singkil, Provinsi Daerah Khusus Banda Aceh, Rabu (13/10).
Menurutnya, insiden yang terjadi di Aceh Singkil bukan lantaran terjadi konflik antar umat beragama tetapi tindakan oknum yang tidak bertanggungjawab.
Ia menilai, kasus itu dilakukan para provokator yang hendak meruntukan keutuhan NKRI. Untuk itu warga NTT diingatkannya agar tidak terpancing dengan kasus tersebut.
“Menurut saya insiden yang terjadi di sana dilakukan para provokator yang hendak meruntuhkan NKRI,” tandasnya.
Seluruh pihak dihimbaunya agar bersama-sama memerangi aksi para provokator yang menggunakan ruang agama untuk memecah belah bangsa dengan memperkokoh semangat toleransi.
Pemerintah bersama instansi terkait baik Polri maupun TNI supaya bergandengan tangan menjaga keamanan NKRI agar tetap kondusif serta mengambil tindakan-tindakan prventif agar persoalan yang sama tidak lagi terjadi.
Disamping itu, Pemerintah juga didesaknya supaya menindak tegas pelaku dalam insiden itu.
“Harus ditindak tegas pelakunya. Karena hal itu sangat membahayakan keutuhan NKRI,” tandasnya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah memperoleh laporan mengenai peristiwa kekerasan yang terjadi di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Daerah Istimewa Aceh, Sekasa (siang).
“Untuk itu, saya telah perintahkan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Pandjaitan dan Kapolri Badrodin Haiti untuk segera mengambil langkah cepat dalam menghentikan kekerasan, menjamin perlindungan bagi setiap warga negara, membangun perdamaian dan kerukunan bersama,” kata Presiden Jokowi melalui fan page facebooknya yang diunggah Rabu (14/10).
Presiden menegaskan, penegakan hukum juga harus dilakukan dengan tegas sehingga peristiwa serupa tak terulang.
Menurut Presiden Jokowi, kekerasan atas nama apapun, apalagi berlatar agama dan keyakinan bisa merusak kebhinekaan tunggal ika.
“Hentikan kekerasan di Aceh Singkil. Kekerasan berlatar apapun, apalagi agama dan keyakinan merusak kebhinekaan,” kata Presiden Jokowi melalui akun twitternya @jokowi.
Presiden Jokowi berharap peristiwa ini tidak merembet kemana-mana, dan bisa diselesaikan dengan baik dan adil.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kerusuhan yang terjadi di Aceh Singkil bermula ketika sekelompok orang bersenjata tajam mendatangi salah satu tempat ibadah di Desa Suka Makmur dan membakarnya.
Menurut Bupati Aceh Singkil Safriadi akibat kejadian itu satu orang meninggal dunia dan tujuh korban lainnya menderita luka-luka.
Bupati menyebutkan situasi di daerahnya saat ini mulai tenang dengan penjagaan tambahan dari aparat keamanan.(bet)

Komentar