oleh

Warga Desa Pada, Blokade Jalan Menuju Lokasi Karantina

-Daerah-89 Dilihat

Tolak Karantina Warga Desa Pada blokade jalan

Lewoleba, teras-ntt.com — Kurang lebih 30 orang warga Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata memblokade jalan masuk menuju Puskesmas Lewoleba yang disiapkan untuk karantina warga yang datang dari daerah terpapar virus corona. Warga setempat menolak hingga menutup jalan dengan beberapa batang bambu, Selasa (14/4/2020).

Ketua RT 8, Dusun IV Desa Pada, Karolus Laga mengatakan, rencana pemanfaatan gedung Puskesmas sebagai karantina warga yabg datang dari zona merah terpapar virus corona menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.

Menurutnya selama ini pemerintah daerah belum melakukan pendekatan dan sosialisasi dengan masyarakat Pada sehingga terjadi pmblokiran jalan masuk.

” Pemerintah mau dijadikan tempat penampungan tapi tidak ada pendekatan dengan masyarakat. Masyarakat tidak tahu tentang rencana jadikan tempat penampungan itu karena itu masyarakat sepakat untuk tolak,” ungkapnya.

Menurutnya alasan blokade jalan tersebut karena warga mempersoalkan anak-anak mereka yang kuliah di luar daerah dilarang untuk pulang kampung, sementara di lain sisi pemerintah masih membawa mahasiswa lain untuk lakukan karantina di Puskesmas Lewoleba yang berada di Desa Pada.

” Kami resah, karena penyakit ini tidak seperti penyakit lain dan kami tidak mau. Komitmen masyarakat Desa Pada tolak puskesmas baru itu dijadikan tempat karantina,” tegas Laga.

Ia bahkan tegas mengatakan, kalau pun dipaksakan tetap dijadikan karantina, masyarakat akan tetap berjuang menolaknya. Masyarakat berprinsip, lebih baik mati karena ditembak dari pada mati konyol karena penyakit.

Pantau blokades jalan masuk Puskesmas Lewoleba

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Lembata, Dr. Thomas Ola Langoday menyampaikan, bahwa masyarakat perlu tenang dan jangan panik.

” Pemda Lembata akan tetap menjaga semua hal, termasuk orang yang akan di karantina. Kami akan tugaskan Satgas dan Aparat Keamanan untuk jaga sehingga aktivitas orang masuk dan keluar terapantau. Tempat itu juga tidak semua orang bisa masuk, hanya petugas medis, dokter, perawat saja yang boleh,” tuturnya.

Wabup juga berharap agar masyarakat Desa Pada dengan kondisi saat ini bisa membantu dan bersama pemerintah melakukan upaya pencegahan dan antisipasi penyebaran covid-19.(lg)

Komentar