oleh

Usaha Perdagangan di NTT Terus Meningkat

-Ekbis-16 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com — Iklim usaha perdagangan di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari waktu ke waktu mengalami peningkatan dan perkembangan yang cukup signifikan. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya jumlah pelaku usaha serta distribusi dan ketersediaan berbagai jenis komoditi perdagangan yang makin lancar.

” Peningkatan juga sebagai dampak dari pembinaan dan pengawasan yang terus menerus dilakukan pemerintah terhadap pelaku usaha. Juga adanya koordinasi dan kerja sama yang terus terbangun antara pelaku usaha dengan aparatur pemerintah di daerah serta stakeholder lainnya,” kata Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III Setda NTT, Alexander Sena, saat membuka pemeran produk unggulan dan investasi Jawa Timur 2015 serta kegiatan misi dagang di Provinsi NTT, yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan perdagangan Provinsi NTT di Hotel Grand Mutiara, Kupang, Kamis, (26/11/2015).

Alex Sena mengatakan, bahwa Provinsi NTT merupakan daerah kepulauan yang memiliki keanekaragaman potensi, baik itu hasil perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan yang diantar pulaukan ke Provinsi jawa Timur, Sulawesi Selatan dan daerah lainnya di Indonesia.

Keanekaragaman potensi daerah ini perlu di optimalkan dalam rangka kerja sama yang baik antara Provinsi Jawa Timur dan NTT.

Di samping itu, lanjut dia berdasarkan data bongkar muat dari PT. Pelindo Cabang Kupang, volume perdagangan antar pulau yang terbesar masuk ke NTT adalah berasal dari Jawa Timur.

” Komoditi tersebut adalah beras, gula, terigu, minyak goreng, juga kebutuhan pangan lainnya, disamping material konstruksi seperti besi beton, seng, semen, besi siku, pipa besi, kaca jendela/pintu, serta produk IKM lain,” ujarnya.

Pada kesempatanyang sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir Drajat Irawan SE saat presentasinya , mengatakan bahwa volume antar pulau keluar dari provinsi NTT juga mengalami peningkatan, baik jumlah maupun jenis produk berupa, biji mente, kopra, asam, kemiri, sirih hutan, cengkeh, kunyit, kuda, sapi, kerbau, kayu jati, batu-batuan, ikan dan lain sebagainya.

Menurut dia, pameran produk unggulan dari Jawa Timur yang dipamerkan peserta misi dagang antara lain tekstil, kulit dan produk kulit, alas kaki, kerajinan, kosmetik, serta makanan dan minuman. Pameran ini akan berlangsung hingga tanggal 29 November 2015.

Sementara Kepala Bidang Perdagangan dalam negri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Kirenius Tallo, mengatakan, bahwa terselenggaranya kegiatan tersebut berkat kerja sama antara Pemerintah Provinsi NTT dan Jawa Timur serta pelaku usaha dari kedua propinsi itu.

Menurut Tallo, kegiatan yang diselenggarakan itu bertujuan untuk meningkatkan invetstasi dan aktivitas perdagangan di Provinsi NTT dan Jawa Timur. Hasil produk lokal dari 2 provinsi ini bisa ditampilkan dan dipromosikan.

“Pada ajang temu bisnis ini diharapkan bukan hanya sebatas ajang promosi, tetapi lebih kepada terciptanya transaksi jual- beli produk dan untuk jangka panjang bisa terjadi kontrak kerja sama antar pelaku usaha sehinggga antara 2 provinsi secara bersama-sama dapat membangun iklim investasi dan melakukan usaha perdagangan,” katanya.

Kirenius Berharap kegiatan ini harus menimbulakan animo yang besar dari kedua bela pihak pelaku usaha, agar kegiatan yang sama pada tahun berikutnya berjalan dengan baik untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. (*/mas)

Komentar