oleh

Tujuh Orang Tewas Akibat Kebakaran Gunung Lawu

-Humaniora-67 Dilihat

Jakarta, CNN Indonesia — Kepala Pusat Data Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan per pukul 10.20 WIB tadi, sebanyak tujuh orang meninggal dunia akibat kebakaran hutan di Gunung Lawu. Sutopo mengatakan seluruh korban meninggal dunia dibawa ke Rumah Sakit Magetan, Jawa Timur.
Sutopo mengatakan satu korban meninggal masih dalam tahap identifikasi. Empat korban lain berasal dari Ngawi; Sumarwan (50), Awang (20), Nanang Setyo Utomo (17) dan Rita Septi (14). Dua korban meninggal lainnya adalah Joko Prayitno asal Kebon Jeruk, Jakarta, dan Nanang (Siswa SMK PGRI).
Sutopo mengatakan sebanyak dua orang menderita luka berat akibat kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu. Mereka adalah Eko Nurhadi (45) yang dirawat di RSUD dr. Sudono dan Novi Dwi Estiwati (14) yang dirawat di RSUD Mardi Solo. Keduanya merupakan warga Ngawi.
“Tim gabungan dari BPBD, Perhutani, Koramil 0804/02 Plaosan, Polri, AGL (Anak Gunung Lawu), relawan, dan masyarakat masih melakukan pemadaman, pendinginan dan penyisiran di lereng Gunung Lawu untuk memastikan apakah masih ada korban atau tidak,” ucap Sutopo melalui keterangan tertulis, Senin (19/10).
Humas BNPB ini mengatakan hingga saat ini jalur pendakian pos pendakian Cemoro Sewu masih ditutup. Diketahui, jalur pendakian ini ditutup sejak Jumat (16/10) lalu. Sutopo menjelaskan penutupan jalur ini dikarenakan semakin keringnya cuaca sehingga menyebabkan semak belukar kering dan mudah terbakar.
Oleh sebab itu, ia mengimbau agar para pendaki gunung memastikan api unggun benar-benar padam. Bahkan, ia mengimbau agar bekas api unggun ditumbun dengan tanah.
“Angin kencang seringkali menyebabkan api hidup kembali dan membakar semak belukar di sekitarnya. Hal ini sudah sering terjadi yang menyebabkan hutan-hutan di gunung di Jawa terbakar,” ucapnya. (bag/CNN)

Komentar