oleh

TPU Kecamatan Oebobo Ditata Kembali

-Humaniora-98 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com — Pemerintah Kecamatan Oebobo, Kota Kupang kembali menata Tempat Pemakaman Umun (TPU) di wilayah Kelurahan Liliba. Penataan ini sebagai bentuk koordinasi pembagian wilayah TPU terbatas dan TPU Kecamatan.

Demikian kata Camat Oebobo Dinus Mere saat ditemui di lokasi TPU Liliba, Jumad (4/3/2016).

Menurutnya penataan itu dilakukan sebagai bentuk koordinasi bersama kelurahan sehingga ada wilayah yang menjadi bagian TPU terbatas khusus bagi 600 kk warga Kelurahan Liliba selaku penginisiatif gagasan TPU.

Wilayah TPU ini terdiri dari dua lokasi masing – masing seluas 12.000 meter persegi di wilayah RT 45 Kelurahan Liliba yang akan dikelola kelurahan dan TPU bagi warga Kecamatan Oebobo yang seluas 20.000 meter persegi di wilayah RT 32 Kelurahan Liliba yang dikelola Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kupang melalui UPT yang sama seperti di TPU Fatukoa.

” Penggunaan kedua lahan ini sudah berlangsung lama. Pertemuan beberapa waktu yang lalu di kantor camat sepakat melakukan penataan kembali TPU terbatas dan TPU kecamatan agar sesuai Perda yang berlaku jarak kuburan ke kubur 0,5 meter. Dan bagi yang melanggar akan kami bongkar paksa. Kedua TPU ini akan kami kelola sehingga warga tidak lagi menguburkan jasad keluarganya di halaman rumah mereka karena lokasi TPU sudah disediakan pemerintah,” katanya.
Mere juga menjelaskan, soal pengembangan TPU Liliba sebagai obyek wisata siarah, akan dikoordinasikan dengan Dinsos Kota Kupang agar sistim keamanan baik lahan maupun lokasi dapat terjamin dan lahan tidak diserobot warga untuk melakukan altivitas yang lainnya. Juga lokasi itu perlu dijaga agar terjaga dari hal-hal yang tidak di inginkan.

Menurutnya, penetapan retribusi pemakaman bagi TPU Terbatas tidak ada karena 600 KK tersebut sudah memberikan kontribusi sejak awal sebesar 150 ribu rupiah. Kecua ada perubahan aturan.
Sedangkan untuk TPU kecamatan akan ditetapkan retribusi sebesar Rp 150 ribu
“TPU ini akan dikelola menjadi tempat wisata, sehingga perlu kami tata secara baik, sedangakan biaya retribusi pemakamannya tetap Rp 150 ribu,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama Lurah Liliba Amsy Yolah mengatakan, penataan TPU itu adalah langkah yang tepat untuk melokalisasi wilayah TPU terbatas dan TPU kecamatan. Dan pihaknya terus berkoordinasi dengan warga sekitar TPU terkait hak dan kewajiban mereka serta dengan pihak RT/RW untuk penetapan warga yang khusus atau tukang pembuatan makan agar terorganisir.

“Kita akan berkoordinasi dengan warga disekitar lokasi tentang hak dan kewajiban mereka serta dengan RT/RW setempat menyangkut pembuat makam. Kita akan atur kesepakatan biaya pengerjaannya melalui SK Lurah sehingga tidak ada pungli ditempat ini. Kita juga akan berkoordinasi dengan Dinsos Kota Kupang sebagai SKPD teknis,” katanya.

Ia berharap penggunaan TPU ini secara baik oleh warga agar penertiban Perda yang berlaku tetap berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku. (man)

Komentar