oleh

Tolak Bendungan, Warga Kolohua Tawarkan Sumur Bor

-Politik-20 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com — Pembangunan Bendung Kolohua bukan satu – satunya solusi mengatasi air di Kota Kupang. Warga yang menolak bendungan itu menawarkan sumur bos di wilayah setempat untuk melayani warga Kota Kupang.

” Kami sangat tulus menerima kehadiran bapak Asnelmus Djogo dan keluarga disini. Terus terang kami sangat kecewa dengan Pemerintah yang memaksa kehendak untuk membangun Bendung Kolohua. Itu tidak akan mungkin dan kami tetap mempertahankan hingga titik darah penghabisan. Kita memang saling membutuhkan, jika Pak Djogo datang ingin memberikan solusi masalah air, kami siap mendukung. Kami tawarkan bangun sumur bor disini menggantikan Bendungan. Lahan kami siapkan untuk membangun beberapa sumur bor. Daerah Kolhua ini memilki potensi air bawah tanah yang besar dan itu bisa dimanfaatkan dengan membangun sumur bor,” kata tokoh masyarakat, Agus Sejuna dan Junus Lisnahan saat bertatap muka dengan bakal calon Wakil Walikota Kupang, Anselmus Djogo dan keluarga di kediaman keluarga Bistolen di RW 7, Kelurahan Kolhua, Sabtu (12/3/2016).

Menurutnya, warga bersikukuh menolak bendungan itu karena tidak ingin kehilangan lahan sawah yang sudah dibangun dengan susa payah sejak tahun 1983.

” Lahan sawah yang ada sebagai nadi kehidupan kami. Kalau mau digusur kami harus makan apa. Kami tidak mau lagi jadi kuli di Oesao,” tegasnya.

Demikian juga disampaikan, Lisnahan, bahwa penolakan bedung itu tidak main – main dan diperjuangkannya hingga ke Jakarta.

” Saya dan beberapa warga lain sampai ke Kementerian dan juga Komisi V DPR RI serta Komnas HAM. Jadi soal bendungan Kolohua kami tekat mati apabila dipaksakan,” katanya.

Lisnahan dan Sejuna berharap, agar Djobo bisa memberika solusi dan lolos sebagai balon Wakil Walikota untuk mewujudkannya impian masyarakat Kota Kupang.

” Kami sudah tidak percaya Pak Jonas lagi karena tidak konsisten. Dulu sebelum jadi Walikota dia datang dan mendukung kami menolak bendungan. Ketika sudah jadi, dia berbalik dan mengatakan sudah merubah konsepnya mendukung pembangunan Bendung Kolohua. Bahkan saat itu juga dia menjajikan satu unit bus untuk melayani transportasi warga tapi hingga saat ini tidak ada,” tegas Sejuna diamini Lisnahan dan puluhan warga lain.

Mendengar aspirasi itu, Anselmus Djogo yang memiliki segudang pengalaman tentang pengelolaan air bersih, tak elak menerima tawaran sumur bor.

” Sejak tamat sekolah saya langsung bekerja dan bergelut dengan pekerjaan yang berkaitan dengan air. Dan saya tahu persis wilayah Kolohua yang begelimang air bawah tanah. Ini potensi yang harus digarap dan diperdayakan, tidak harus membangun bendungang besar. Saya sepakat dengan usulan sumur bor. Dan jika Tuhan berkehedak kita akan membangun 20 sumur bor dan sebuah reservoar berkapasitas 50.000 meter kubuk untuk mengatasi air bersih bagi warga Kolohua dan Kota Kupang umumnya. Kita hanya butuh lahan 10 x 10 meter persegi untuk satu sumur bor dan untuk menampung air dari 20 sumur bor kita membutuhkan lahan 5 ha untuk membangun recervoar. Saya yakin bapa – mama akan memberikan lahan itu dan tidak kehilangan tanah yang ada,” kata Djogo disambut meriah warga setempat.

Selain itu, Djogo juga menawarkan sejumlah konsep lain untuk menjaga kestabilan air bawa tanah dan air permukaan di Kolohua dengan melakukan reboisasi besar – besaran agar bisa dijadikan sebagi paruh Kota Kupang.

” Ruang terbuka hijau di Kota Kupang nyaris tidak ada lagi. Dan reboisasi menjadi solusi untuk menciptakan ruang terbuka hijau sekaligus sebagai paruh Kota Kupang. Kehadiran saya disini untuk menggali apa yang dibutuhkan masyarakat sehingga bisa dijadikan rujukan dalam konsep membangun kota kedepan,” tegasnya.

Penyataan Djogo ini diperkuat timnya Daud Ulu, bahwa ide brilian yang disampaikan warga disanggupi Djogo sehingga perlu memberikan dukungan dan doa agar Djogo lolos dalam penjaringan hingga jadi Wakil Walikota.

” Pak Ansel Djogo mengedepankan konsep pelayanan dan bukan konsep politik,” katanya.(mas)

Komentar