oleh

Tokoh Pemuda Boking : Pelecehan Seksual pada Anak Berakhir Damai itu Tidak Mendidik

-Daerah-73 Dilihat

Soe, terasntt.com –– Pelecehan seksual kembali terjadi dan ini dialami AN siswi kelas 3 SD Negeri Leonmeni, Kecamatan Boking,  Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) NTT oleh  oknum guru MN yang juga adalah wali kelasnya. Kasus ini tidak diproses secara hukum tetapi diakhiri dengan perdamaian hingga dinilai tidak mendidik.

Kronologis kasus ini berawal pada tanggal 8/12/2018 saat ulangan tengah semester, sang guru yang   pura – pura menuntun AN menulis namun ia sambil menggerayani tubuh muridnya, Sontak AN langsung melaporkan hal tersebut kepada guru lainnya Ester Silopo dan Ribka Nokas bahkan hal itu sampai ke telinga orangtua korban yang datang juga ke sekolah bersama beberapa  warga lainya.

Orangtua korban ini kemudian datang ke Polsek Boking untuk melaporkan kejadian tersebut namun diarahkan kembali ke kepala desa untuk selesaikan di tingkat desa.

Setelah pertemuan bersama antara pelaku, orangtua dan kepala desa terjadi kesepakatan bersama untuk berdamai pada Selasa 17/12/2018 dengan disanksi denda uang Rp 4.000.000 rupiah dan 1 ekor babi sebagai wujud perdamaian dan itu terjadi di rumah kepala yang dihadiri aparat desa dan warga lainnya.

Media ini mencoba bertemu dengan AN namun ia hanya berdiam di kamar dan hanya bertemu dengan orangtuanya.
Kepada media, sang ibu K Tefa mengatakan perdamaian atas kesepakatan bersama dan sudah tidak ada masalah lagi.

Saat ditanya apakah mereka tau kondisi psikologis putri mereka seperti apa usai kejadian tersebut, ia hanya diam dan menunduk dan mencoba mengalihkan pokok pembicaraan.

Kepala desa leonmeni saat diminta komentar mengatakan pelaku sudah mengakui perbuatannya dan sudah ada perdamaian bahkan beberapa warga minta agar pelaku dipindahkan ke daerah lain.

Hal berbeda diungkapkan oknum guru MN, bahwa ia dipaksa oleh kepala desa dan warga untuk mengakui perbuatannya namun karna sudah ada penyelesaian makanya ia tidak mau membicarakan hal tersebut.

Atas tindakan perdamaian salah satu tokoh pemuda Boking sangat menyesalkan tindakan tersebut.

Menurutnya jika persoalan itu diselesaikan secara damai maka tidak ada pembelajaran bagi pelaku, seharusnya proses hukum agar memberikan efek jera kepada setiap pelaku pelecehan terhadap anak, apalagi anak sekolah yang tentu membuat kondisi kejiwaannya terganggu.

” Apakah kepala desa jamin bahwa pelaku tidak akan mengulangi perbuatan itu dan apakah kepala desa bisa merehabilitasi kondisi anak tersebut,”tanya pemuda itu.

Lebih lanjut, ia sangat mengecam tindakan perdamaian tersebut  apalagi kasus terhadap anak yang tentu merusak masa depan karna denda berupa uang tidak akan mengembalikan kondisi anak yang mungkin saja alami trauma berkepanjangan.

” Sekali saya mau katakan bahwa  kasus pelecehan terhadap anak dibawah umur dan berakhir damai itu tidak mendidik dan tidak memberikan pembelajaran kepada pelaku,” katanya (sys)

Komentar