oleh

Tingkatkan Prestasi Silat, IPSI Kota Kupang Gelar Raker

-Olahraga-62 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com — Beberapa tahun terakhir prestasi Pencak Silat Kota Kupang mengalami penurunan. IPSI Kota Kupang menggelar rapat kerja (Raker) pengurus dan perguruan untuk meningkatkan prestasi Silat di Aula Rumah Jabatan Walikota Kupang, Sabtu (5/3/2016).

Rapat kerja yang dibuka Sekretaris KONI Kota Kupang, Djami Mile Meha mewakili Ketua KONI yang juga Ketua Umum IPSI Kota Kupang, Jonas Salean berjala lancar sesuai agenda.

Raker tersebut berhasil merekomendasikan beberapa program kerja, diantaranya menggelar pertandingan Silat antar perguruan se Kota Kupang menyongsong HUT Kota Kupang tanggal 25 April 2016. Pertandingan tersebut meliputi usia dini, remaja dan dewasa.

Dihadapan peserta Raker, juga Sekretaris IPSI NTT, Ferdy Amatae, Ketua Harian IPSI Kota, Johin Kiuk, ketika membacakan sambutan tertulis Ketua Umum IPSI, Mila Meha mengatakan, bahwa pelaksanan Raker juga sebagai media untuk melihat kembali ketimpangan yang terjadi dalam tubuh organisasi.

Dia juga berharap pelaksanaan Raker ini sebagai wahana untuk mengkonsolidasikan organisasi IPSI Kota Kupang antara pengurus dan perguruan pencak silat yang bernaung di bawah IPSI.

Menurut Mila Meha, memontum itu juga dimanfaatkan untuk mebahas dan menyusun program kerja IPSI ke depan dan kajian strategis terhadap berbagai persoalan yang dihadapi terkait dengan pengembangan olahraga bela diri Pencak Silat Kota Kupang.

Sebagai Mitra Pemerintah, lanjutnya Raker IPSI itu juga untuk menyukseskan Program pembangunan Sumber Daya Manusia khususnya dibidang olahraga, maka penting bagi penting bagi pengurus IPSI untuk merancang program strategis guna melahirkan atlit yang mampu meraih prestasi baik ditingkat regional, nasional maupun internasional.

” Pencak Silat sesungguhnya mampu dijadikan primadona bagi para atlit untuk menuai prestasi,” katanya.

Walau demikian, Mila Meha mengatakan, harus diakui prestasi pencak silat akhir – akhir ini mengalami stagnasi pada beberapa tahun terkahir, sehingga perlu pembenahan secara baik untuk merai prestasi yang gemilang.

” Saya ingin agar segera berkesinambungan melakukan evaluasi secara menyeluruh dengan memfokuskan perhatian pada beberapa hal mendasar terkait pengembangan cabang olahraga itu sendiri,” katanya.

Mila Meha mengatakan, Ketua Umum mengharapkan agar Pencak Silat bisa masuk ke sekolah – sekolah untuk mengembangkan organisasi dan jyang juga sebagai budaya bangsa Indonesia.

Pada kesempatan itu juga, Ferdy Amatae diberikan kesempatan untuk menyampaikan kalender kerja IPSI NTT 2016.

” Kepengurusan Pemprop IPSI NTT sudah dimisioner sejak Juli 2015 dan sampai sekarang belum ada Musda dan juga Rakorda,” katanya.

Walau demikian, Amatae menginformasikan, bahwa sementara ini agenda IPSI NTT adalah persiapan pelatihan desentrelasasi atlit yang lolos ke PON di Jawa Barat bulan September mendatang.

” Ada dua atlit Pencak Silat yang lolos Prapon dan siap mengikuti pemusatan latihan,” katanya.(mas)

Komentar