oleh

Tetesan Air Oeroni, Selamat Warga Oepuah

-Daerah-98 Dilihat

KEFAMENANU, Terasntt.com — Sejak tahun 1980 Warga Desa Oepuah, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur krisis air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari warga memanfaatkan air Oeroni tetesan dari gunung batu yang berjarak 10 km dari pemukiman.

Di desa Oepuah Utara ini hanya terdapat satu sumber mata air Oeroni yang artinya air dari atas gunung yang mampu menghidupi ratusan warga tiga desa.

Sumber air Oeroni ini tidak pernah kering, saat musim kemarau debitnya berkurang dan menetes perlahan, sementara saat musim hujan airnya mengalir walau sangat kecil.

Di sumber air Oeroni ini warga harus bersabar dan antri dari pagi hingga tengah malam.
Proses mendapatkan air itupun
tidak mudah, warga setempat harus membersihkan celah batu dan memotong akar pohon lalalu meletakan pada sumber air itu sebagai penyaring.

Walau demikian masyarakat setempat yakin bahwa air tersebut bersih, bebas kuman kerena sekian lama tahun warga yang mengkonsumsi air tersebut tetap sehat.

Air yang diambil dari celah batu itu khusus digunakan untuk memasak sementara untuk mandi dan cuci pakaian diambil dari selokan disekitar sumber air itu.

” Kami sudah menggunakan air ini selama puluhan tahun, ini satu – satunya sumber mata air kami. Kami hidup dari sini. Untuk mendapatkan air dalam jumlah yang banyak, harus sabar walaupun mengantri selama berjam – jam, bahkan seharian karena warga desa tetangga lain juga mengambil air dari sumber yang sama,” kata Agus Aluman saat ditemui di desa setempat, Jumat (29/1/2016).

Menurut Aluman, air yang diambil aliri dari celah lubang batu tersebut digunakan untuk minum dan masak, sementara yang mengalir ke lubang bawah tanah dipakai untuk mandi dan mencuci pakaian.

“Kalau air yang ini, kami pakai untuk mandi dan mencuci pakaian,” tegasnya sambil menunjuk pada genangan air yang tertampung di sebuah galian di bawah kaki gunung batu itu.

Pengakuan yang sama juga datang dari, Yoseph Tulasi, warga desa Oepuah Utara, bahwa pagi harinya semua warga sudah berbondong ke kaki gunung batu itu untuk menadah air.

” Masih pagi kami sudah ramai di sini, ada yang bawa ember dan juga jerigen untuk mrnadahnya setelah penuh dibawa pulang, dan kembali antri lagi. Kami harap pemerintah daerah dapat melihat kesulitan kami terkait air bersih. Ini sudah menjadi masalah sejak tahun 1980 an, kami sangat susah mendpatkan air bersih,” tegasnya.

Menurut dia warga setempat kesulitan menggali sumur karena tanah berpasir dan airnya
Sangat asin karena dekat dengan laut.
Untuk menggali sumur juga tidak semudah yang dipikir, harus memasang ring sekelilingnya karena tanah berpasir itu mudah runtuh.(dit)

Komentar