oleh

Tersangka Kasus PDT Meninggal di RSB Kupang

-Hukrim-58 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com — Banjar Nahor salah satu tersangkakasus dugaan korupsi pembangunan dermaga di Kabupaten Alor dan Flores Timur (Flotim) tahun 2014 senilai Rp 43 miliar, meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang, Senin (7/12/2015) sekitar pukul 12.00 Wita. Dia meninggal akibat sakit jantung dan diare.

Kajati NTT, John W. Purba, SH, MH melalui Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Ridwan Angsar, SH yang dihubungi wartawan, Selasa (8/12/2015) membenarkan hal itu.

Ridwan menjelaskan tersangka meninggal setelah menjalani perawatan di RSB Kupang. Dan sesuai hasil pemeriksaan dokter, tersangka mengalami sakit jantung dan diare.

“Benar, tersangka sudah meninggal di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang. Dia meninggal sekitar pukul 12.00 Wita setelah menjalani perawatan di RSB Kupang, “ katanya.

Menurut Ridwan, pihaknya mendapatkan informasi dari Rutan Kelas II B Kupang ketika sudah dibawa ke RSB Kupang.

Mendengar informasi itu, lanjutnya, pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT langsung bergerak menuju RSB Kupang untuk melihat langsung.

Dengan meninggalnya tersangka, otomatis kasus yang melibatkannya ditutup.

“Karena Nahor (alm) sudah meninggal maka kasus yang menjadikan almarhum tersangka dinyatakan ditutup secara resmi, “ tegasnya.

Kuasa Hukum, Fredom Radja, SH yang ditemui terpisah mengatakan dengan meninggalnya alm, dirinya tidak bisa menyimpulkan siapa yang harus bertanggungjawab atas kasus itu.
Namun, lanjutnya, jika dilihat dari tanggungjawab pihak Rutan Klas II B Kupang sudah berupaya dengan baik dengan membawa tersangka ke RSB Kupang untuk dirawat. Tetapi, Tuhan berhendak lain atas tersangka.

“Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Kupang sudah berupaya dengan baik dengan membawa tersangka ke RSB Kupang untuk dirawat. Namun, Tuhan berkehendak lain. Jadi itu mungkin sudah ajalnya, “kata Fredom. (che)

Komentar