oleh

Tak Punya Lahan, Pembangunan Sekolah Baru di Kota Kupang Terhambat

KUPANG, Terasntt.com — Setiap tahun jumlah siswa yang melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi selalu bermasalah. Prasarana sekolah yang ada tidak cukup untuk menampung para siswa sehingga terjadi polemik di masyarakat.

Hal ini mendapat perhatian serius Walikota Kupang, Jonas Salean dengan program pembangunan sekolah baru.

Walau demikian, niat pemerintah kota ini belum tercapai karena ketiadaan lahan untuk pembangunan sekolah baru.

Demikian pernyataan jawaban Walikota Kupang Salean menganggapi pemandangan umum fraksi dalam sidang paripurna, Jumat (27/11/2015).

Salean mengatakan, harapan fraksi Hanura dalam pemandangan umumnya untuk membangun sekolah pada setiap kelurahan belum bida terjawab karena ketiadaan lahan atau lokasi.

“Perlu dibangun sekolah baru sesuai standar pelayanan minimal (SPM) pada kelurahan yang belum ada prasarana pendidikan khusus jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD/SMP) untuk menampung anak usia 7-12 tahun selalu mengalami kendala pada terutama ketersedaian lokasi,” tegasnya.

Sebagai contoh, kata Saelan, berdasarkan usulan masyarakat pemerintah sudah siap membangun SMP Negeri 21 di Kelurahan Tua Daun Merah, namun ketika dilakukan survei ternyata lokasi yang disiapkan bermasalah.

“ Bila pun Pemkot berencana membangun sekolah baru, tetapi lokasi yang disiapkan bermasalah , maka rencana itu tidak dapat teralisasi ,”ujarnya.

Untukitu, lanjutnya Pemerintah hanya bisa memaksimalkan sekolah yang sudah ada, dengan menambah ruang kelas baru untuk memaksimalkan daya tampung siswa yang setiap tahun ajaran baru melebihi kuaota.

Salean mengatakan, bahwa sesuai rencana tahun 2016 Sekolah Menengah Atas (SMA) akan diambiil alih oleh Pemerintah Provinsi untuk mengelolahnya, Pemerintah Kota hanya mengelolah jenjang pendidikan SD dan SMP untuk memaksimalkan pelayanan pendidikan yang lebih baik.(rif)

Komentar