oleh

Tak Jelas Proses Hukum Tewasnya Oki dalam Sel, Ratusan Warga Serbu Pospol

-Daerah-23 Dilihat

KEFAMENANU, Terasntt.com — Misteri kematian Marianus Oki (39) dalam sel Pospol Manamas di Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) belum terungkap. Genap 40 hari korban meninggal, Rabu (13/1/2016) keluarga bersama ribuan warga didampingi romo, Paulus Hobamatan,Pr. menyerbu Pospol setempat untuk menggelar ritual adat dan membakar 1000 lilin serta mempertanyakan perkembangan kasus tersebut.

Aksi pembakaran 1000 lilin ini, dalam rangka meminta pihak kepolisian untuk serius menangani kasus yang menimpa korban, Marianus Oki.

“Ini adalah aksi damai, secara tradisi, adat istiadat, kematian yang tidak wajar bagi kami jiwanya harus dipanggil kembali dengan ritaul – ritual adat. Ini juga merupakan kesempatan bagi jiwa yang tersesat itu kami panggil kembali agar dia mengalami kedamaian,” kata Romo Paulus.

Ia juga mengungkapkan banyaknya kejanggalan yang ditemui di tubuh korban. Sesuai pernyataan resmi Kapores TTU AKBP, Robby Medianus Samban, melalui Kasubag humas Polres TTU, Iptu Petrus Liu, bahwa korban meninggal akibat gantung diri.

” Begitu banyak kejangggalan yang ada pada tubuh korban yang menunjukkan bahwa korban meninggal diduga bukan akibat gantung diri, dan itu menjadi kewajiban kita semua terutama pihak kepolisian, untuk mengetahui sebab – sebab kematian korban. Kami tidak paham hukum, tidak mengerti hukum, semua yang punya kuasa untuk menegakkan hukum dan keadilan dalam kematian saudara kami Marianus Oki, kami kembalikan kepada pihak kepolisian untuk secepatnya mengungkapkan kebenaran. Biarlah semua merasa puas dan apa yang saya sebut sebagai perjuangan kemanusiaan, keadilan benar – benar ditegakkan. Kita semua tidak punya kuasa untuk menghilangkan nyawa orang. Kita ada bersama, kita diciptakan bersama dan orang kristen tahu bahwa dirinya hadir sebagai citra Allah, dia memandang wajah orang lain sebagai wajah Allah dan itu harus dihormati,” tegasnya.

Wilem Oki, salah seorang Keluarga korban dalam orasinya mengungkapkan kerinduannya kepada pihak kepolisian untuk segera mengungkapkan penyebab kematian saudaranya Marianus Oki.

“Pihak kepolisian tolong berikan kejelasan dan jaminan kepada kami semua sebagai keluarga korban, bahwa saudara kami tidak hilang begitu saja seperti seekor binatang. Melainkan korban adalah manusia, warga negara Indonesia yang berhak mendapatkan keamanan, kenyamanan dan perlindungan dari negara ini. Seluruh hukum ditegakkan di negeri ini, agar tempat ini (Pos Polisi) sebagai wilayah negara benar – benar berdiri sebagai pelindung bagi warganya bukan sebagai penyebab kecelakaan atau kematian bagi warga negaranya. Titipkan kepada kami keluarga besar korban jaminan proses hukum yang benar dan seadil – adilnya,” katanya.

Lebih lanjut, Wilem mengatakan, Polisi harus mempercepat proses hukumnya agar segera mengungkap siapa yang menjadi pelaku utama kekerasan hingga menewaskan saudara kami Marianus Oki.

Kapolres TTU AKBP, Robby Medianus Samban melalui Kabag Operasional, AKP Johny Bastian mengatakan, dalam kasus kematian Marianus Oki, proses hukumnya tetap berjalan terus.

Ia meminta kerjasama warga dan keluarga korban untuk membantu menginformasikan ke pihak kepolisian terkait kasus yang diketahui.

” Untuk diketahui kami dari pihak polri tidak diam menanggapi kasus ini, kasusnya sementara berproses. Dan sampai dengan saat ini saksi yang sudah diperiksa berjumlah 15 orang terdiri dari anggota polisi 8 orang dan 7 orang dari anggota masyarakat . Jika ada surat panggilan kepada warga untuk diperiksa sebagai saksi kami mohon kerjasamanya untuk memberi keterangan. Sementara untuk hasil visumnya kami masih menunggu dikeluarkan dari mabes Polri melalui kasat reskrim polres TTU,” tegas Bastian.

Pantauan media ini, ratusan keluarga korban dari desa Bakitolas melakukan ritaul adat dan doa bersama setelah pembakaran seribu lilin tepat di bawah tiang bendera merah putih depan Pos Polisi Manamas.

Sementara sebanyak 108 orang, anggota gabungan Polisi dan TNI, terlihat tetap siaga menghadapi massa yang mendatangi Pos Polisi Manamas hingga massa membubarkan diri.

Sebelumnya diberitakan, Marianus Oki (39) ditahan di Pos Polisi Manamas atas dugaan percobaan perkosaan terhadap seorang ibu warga desa Bakitolas. Namun memasuki hari kedua penahanannya, korban ditemukan tewas mengenaskan di dalam tahanan. Polisi memvonis korban meninggal akibat gantung diri menggunakan ikat pinggang. Namun keluarga korban membantah pernyataan pihak kepolisian, lantaran saat ditahan korban tidak mengenakan ikat pinggang.

Menurut istri korban, suaminya tidak memiliki ikat pinggang seperti yang sudah disita sebagai barang bukti. Luka pada leher korbanpun bukan merupakan luka akibat lilitan ikat pinggang.(dit)

Komentar