oleh

Tahun Depan, Masyarakat Pesisir Kota Kupang Peroleh Bantuan IFAD

-Ekbis-21 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com – Dalam Tahun Anggaran 2016 mendatang, International Fund For Agricultural Development (IFAD), salah satu lembaga internasional asal Italia akan mengucurkan anggaran bantuan bagi masyarakat pesisir dan nelayan Kota Kupangsenilai Rp7,2 miliar.
Hal ini dikemukakan Kepala Dinas Perikan dan Kelautan Kota Kupang, Thom Jansen Ga kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (30/10/2015) kemarin.
“Dana ini sudah pasti disiapkan setelah penetapan pagu lewat kementerian Perikanan Kelautan dan IFAD,” kata Thom.
Anggaran yang sudah dialokasikan sebesar Rp7, 2 miliar yang digelontor pada tahun 2016 merupakan kali empat. Sebab menurutnya, di tahun 2013 IFAD mengalokasikan bantuan sebesar Rp2,8 miliar, tahun 2014 senilai Rp6 miliar, dan tahun 2015 senilai Rp7 miliar.
“Bantuan IFAD tersebut sudah banyak dimanfaatkan oleh warga Kota Kupang, baik itu bantuan perahu, alat penangkapan ikan, alat pengolahan ikan dan tempat penjualan hasil laut bagi para nelayan di sembilan kelurahan pesisir di Kota Kupang,” katanya.
Bantuan yang disalurkan tahun 2015, kata Gah, realisasi penyerapannya telah mencapai 70 persen.
Dana sebesar Rp7 miliar tersebut digunankan untuk pembangunan Pabrik Es di Kelurahan Kelapa Lima, Rumah Produksi di Kelurahan Nunbaun Delha dan pembangunan pasar ikan di Kelurahan Nunhila yang hingga saat ini masih berpolemik.
Selain bantuan itu lanjutnya, dana itu juga digunakan untuk bantuan alat tangkapan bagi nelayan, berupa jala, perahu motor dan sejumlah peralatan penangkapan lainnya. Namun bantuan pada tahun 2015 tidak peruntukan bagi semua kelurahan pesisir di Kota Kupang.
” Bantuan yang terealisasir tahun ini untuk infrastruktur sebesar Rp1,4 Miliar, Pokmaswas sebesar Rp492 juta dan bantuan untuk kelompok usaha sebesar Rp.981 juta sedangkan sisanya masih dalam proses pengerjaan.
“Semua bantuan untuk pembangunan infrastruktur tidak melewati proses tender, tapi dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat dan diawasi oleh tim yang dibentuk pemerintah dan IFAD. Semua item pekerjaan dan bantuan nantinya akan diaudit oleh BPK perwakilan NTT,” terangnya.(rif)

Komentar