oleh

Strategi Pencegahan Covid-19 Di NTT Belum Maksimal, Ini 6 Arahan Presiden Jokowi

-Humaniora-75 Dilihat

Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Provinsi NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Sabtu (18/04/2020) malam.

Kupang, teras-ntt.com — Berbagai langkah dan strategi pencegahan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi NTT oleh gugus tugas dirasa belum optimal. Untuk mengoptimalkannya ini enam arahan Presiden Joko Widodo kepada setiap gugus tugas baik di level nasional, provinsi maupun kabupaten/kota untuk membendung penyebaran Covid-19.

“ Sebelum kami menyampaikan update data terlebih dahulu kami menyampaikan 6 arahan Presiden untuk gugus tugas Covid-19,” kata juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Provinsi NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Sabtu (18/04/2020) malam.

Ke 6 arahan Presiden Jokowi dimaksud menurut Marius :

1. Melakukan pengujian sampel secara masif dan pelacakan secara agresif terhadap dugaan kontak dekat orang terkena Covid-19, untuk mengetahui risiko siapa saja yang memiliki dampak terkena dan menyebar virus korona.

2. Memanfaatkan konsultasi medis dengan menggunakan teknologi platform layanan medis, untuk mengurangi risiko terkena Covid-19 di setiap rumah sakit.

3. Melakukan komunikasi yang detil, efektif dan transparan, untuk menyatukan pendapat dan tindak dalam memutuskan mata rantai Covid-19.

4. Penegakan hukum, yang berkaitan dengan hal “yang menggelisahkan masyarakat seperti informasi dan pelanggaran” kesepakatan dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga aparat negara dan pemerintah dapat bekerja sama dengan baik bersama masyarakat untuk menghasilkan penegakan disiplin yang baik.

5. Bekerjasama memberikan jaminan arus logistik dari pusat ke daerah dan daerah ke pelosok sampai sesuai dengan yang dibutuhkan.

6. Kebijakan stimulus ekonomi yang harus tepat sasaran sesuai fokusnya pada penanganan Covid-19.

Dr. Marius Ardu Jelamu, M.Si

Marius juga menghimbauan kepada masyarakat untuk tetap patuh dan taat dalam menjalankan protocol-protokol kesehatan baik yang ditetapkan WHO maupun otoritas pemerintah.

“ Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur mendorong kita semua untuk tetap patuh dalam menjalankan protocol yang telah ditetapkan baik oleh WHO maupun otoritas pemerintah. Semua ini demi memutus mata rantai penyebaran virus corona di Provinsi NTT,” pintanya.

Semntara update data dari 22 Dinas Kesehatan kabupaten/kota se NTT menyatakan, hingga Sabtu 18/4/2020) malam jumlah ODP dan PDP sebanyak 1436 orang. ODP sebanyak 1402 orang dan selesai masa pemantauan 611 orang, yang dirawat ada 12 orang dan karantina mandiri 777 orang. Kondisi saat ini 789 orang dan yang meninggal 2 orang.

Sementara jumlah PDP sebanyak 33 orang, yang sedang dirawat 13 orang. Sampel yang dikirim sebanyak 75 sampel hasilnya 38 sampel negative, 1 sampel positif dan 36 belum ada hasil laboratorium. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT/m45)

Komentar