oleh

SPS Bawah Media NTT ke Dewan Pers

-Daerah-90 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com — Bertepatan dengan Hari Pers Nasional (HPN), Serikat Perusahaan Pers (SPS) NTT kembali mendata perusahaan media lokal yang berada di wilayah NTT dan menyerahkan ke Dewan Pers. Data tersebut dibawah langsung ketua SPS NTT, Heri Battileo untuk diproses lebih lanjut.

“Pendataan ini kita lakukan setiap tahun dan akan dirilis dalam buku dewan pers yang diterbitkan. Untuk itu saya menghimbau kepada semua rekan-rekan yang memiliki perusahaan pers untuk mendaftarkan perusahaan nya,” ungkap Battileo, SH di Pers room DPRD NTT, Jumat, (5/2/2016).

Menurut Battileo, untuk sementara ada 77 media yang sudah terdata oleh SPS Provinsi NTT, yakni media harian sebanyak 6 perusahaan, Tabloid 19, Media Online 32, Radio 10 dan Televisi 11 stasiun.

Pentingnya pendataan perusahaan pers ini, lanjut Battileo, untuk memastikan legalitas hukum sebuah perusahaan yang menerbitkan produk juralistik. Selain itu, untuk menjaga media tetap bekerja sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik dalam menyajikan informasi kepada publik.

“Prinsip berimbang dan akurat itu harus menjadi tagline setiap media. Kita tidak bisa pungkiri bahwa dengan menjamurnya media di NTT akan memberi dampak bagi perkembangan dunia informasi sehingga harus didata dan dijaga supaya tidak keluar dari Undang-Undang pers sebagai payung hukum dari perusahan pers tersebut,” ujarnya.

Untuk legal hukumnya sebuah perusahaan pers kata Battileo, yang disarankan oleh Dewan Pers harus dalam bentuk Perseroan Terbatas, Yayasan dan Koperasi. Bagi Media yang sudah beroperasi dan masih menggunakan CV maupun Lembaga untuk segera menyesuai dengan ketentuan perusahaan pers sebagaimana dimanatkan dewan pers.

Diakuinya masih banyak perusahan pers, khususnya online yang belum terdaftar di dewan pers, sehingga perlu dilakukan pendataan. Jika tidak terdaftar perusahaan pers itu tidak akan diakui oleh dewan pers, sehingga jika terjadi persoalan hukum, maka penyidik akan menggunakan KUHP untuk menjerat perusahaan pers tersebut.

“Mereka tidak akan menggunakan UU No 40 tahun 1999 tentang Pers,” katanya.

Menurut dia, sudah sebagian besar perusahaan pers di NTT telah mengambil formulir pendaftaran ke dewan pers. “Jika telah terdaftar, maka akan diakui sebagai perusahaan pers,” katanya. (mas)

Komentar