oleh

Soal Garam, Pemerintah & Pengusaha Jangan Kelabui Masyarakat

-Daerah-82 Dilihat

Soe, terasntt.com — Investasi Garam di Desa Tuafanu dan Toineke Kecamatan Kualin, TTS yang batal penandatanganan kerja sama masih dalam tahap renegosiasi. Hal ini mendapat tanggapan anggota DPRD TTS Hendrik Babys.

Saat diwawancarai Hendrik mengatakan, sangat mendukung investasi di wilayah TTS untuk meningkatkan perekonomian masyarakat namun sangat disesalkan karena semua elemen yang terkait tidak dilibatkan.

Menurutnya rencana penandatanganan kerja sama tapi banyak masyarakat yang tidak setuju dan jika saat itu tidak ada komplain maka penandatanganan terjadi dan jelas sangat merugikan masyarakat.

” Sebagai wakil rakyat saya sangat sesalkan hal tersebut karena sepertinya masyarakat dikelabui oleh pemerintah dan perusaha karena masyarakat tidak dilibatkan,” ujar ketua Fraksi partai Nasdem ini.

Ia mengusulkan lebih baik pemerintah buatkan tambak garam rakyat jangan pakai kuasa untuk mendatangkan investor namun melangkahi regulasi dan merugikan masyarakatnya sendiri.

Sebelumnya pasca pembatalan PKS tersebut Kadis PPTSP Musa Benu,SH dikonfirmasi mengatakan, akan bersurat ke Kemenkumham untuk meminta penjelasan tentang HGU yang dipersoalkan Lembaga Adat Desa (LAD) dan masyarakat Tuafanu dan Toineke.

” Hingga kini belum ada komunikasi dan kami akan segera bersurat dan itu secepatnya akan kami lakukan,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama ketua LAD Ernawati Nabunome saat dikonfirmasi usai pembatalan menjelaskan bahwa awalnya yang dipersoalkan pihaknya adalah soal pembagian hasil yang dinilai sangat kecil yakni lima tahun pertama 5% selanjutnya 7%, 9%, 10% pada tahun terakhirnya.

” Saat kami datang undang pak Bupati,tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan keluhan kami ini,” ungkapnya.

Sedangkan terkait HGU pihaknya akan coba konsultasi dengan beberapa pihak namun intinya jangan merugikan masyarakat.(sys)

Komentar