oleh

SMP N 1 Kupang Sangat Memprihatikan Dimata Komisi IV DPRD Kota Kupang

-Daerah-71 Dilihat

Kupang, Terasntt.com,- Sekolah rujukan berstandar nasional di Kota Kupang yakni Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri I Kota Kupang  sangat prihatin di mata Komisi IV DPRD Kota Kupang .

Hal ini terbukti dengan hasil kunjungan Komisi IV DPRD Kota Kupang yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IV, Theodora Ewalda Taek, bersama sekretaris komisi IV Yuven Tukung bersama anggota komisi IV, Viktor Haning, Senin ( 29/7) siang.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Theodora Ewalda Taek usai melakukan kunjungan mengatakan, sesuai hasil kunjungan ke sekolah rujukan  yakni SMP N 1 Kota Kupang sangat memprihatikan di mata komisi IV DPRD Kota Kupang,. Karena sekolah rujukan ini di ibaratkan seperti dalam bidang kesehatan yakni rumah sakit rujukan, dan tentunya secara sarana prasarana atau fasilitas yang tersedia pada rumah sakit kondisinya lengkap. Tetapi kenyataannya secara faktual di dilapangan sekolah rujukan masih jauh dari harapan.

“Kita berkaca dari sarana prasarana seperti sekolah rujukan yakni SMP N 1 Kota Kupang yakni untuk lab biologinya saja standar seperti ruang kelas biasa, dan juga perpustakaannya yang tadi kita lihat walaupun tidak sempat masuk karena terkunci .Namun, dengan semangat literasi dengan segalah macam harus menjadi sarana penunjang sebagai sekolah rujukan,” katanya.

Sisi lain, lanjutnya yakni sarana prasarana untuk anak-anak disaat Kota Kupang mendapat penghargaan kota layak anak, tetapi pada sarana pendidikan juga belum menunjang menjadi kota layak anak.

“Kota layak anak ini, tentunya dari segi pendidikan juga perlu  ditunjang dengan sarana prasarana yang memandai.Apa lagi sekolah ini di pilih atau dijadikan sekolah rujukan di kota ini.Contohnya WC pada sekolah rujukan yakni SMP N 1 Kota Kupang ini dengan jumlah siswa 1. 77o siswa menggunkan enam WC,” tambahnya .Ini belum.lagi bicara soal data terpilah.Dibayangkan anak- anak didik yang ada pada sekolah tersebut terjadi sesuatu disekolah yakni pencernaan tidak bisa mereka lakuka disekolah.

“Hal-hal seperti ini yang kami dorong agar pemerintah dapat memberikan perhatian prioritas peningkatan sarana-prasarana sekolah sangatlah perlu pada sekolah rujukan, sehingga tidak terkesan sekolah rujukan hanya sebagai sebutan sekolah rujukan, tetapi tidak ditunjang dengan sarana prasarana pendukung yang menunjang bagi sekolah tersebut,” tuturnya.

Ditambahkanya, kedatang komisi IV yang membidangi pendidikan untuk memantau secara langsung ke sekolah ini bukan mencari tahu siapa salah, tetapi guna bisa mengetahui akan laporan yang disampaikan dinas ke DPRD apakah sesuai atau tidak.Karena bisa saja laporan semua sesuai, tetapi saat uji petik lapangan bedah seperti yang terlihat di di sekolah rujukan ini.

Hal senada juga dikataka  Sekretaris  Komisi IV DPRD Kota Kupang, Yuven Tukung, bahwa secara faktual dilapangan sekolah rujukan sementara dilakukan pembangunan rehap.Namun, tentunya dengan kondisi bangunan sekolah yang sudah cukup lama, tentunya rehabnya tidak tidak hanya pada pergantian atap sengnya , tetapi secara kondisi lata kayunya pun juga harus diganti.

Hal lain juga, lanjutnya yakni labnya, karena disebut sebagai sekolah rujukan tentunya salah satu pengecekan pada labnya, yang dimana isinya tidak menggambarkan lab, dan juga telah dialihkan fungsi menjadi ruang proses belajar mengajar.Serta tambahnya standar lab itu tidak mencerminkan lab yakni dari modelnya, dan juga desainnya tidak seperti lab, tetapi modelnya seperti ruang kelas.

“Kita lihat bangunan lab yang baru dibangun tahun 2017 sudah retak seperti bangunan yang  usianya sudah dibangun tahun 45,” ujarnya.

Oleh karena itu, dikatakanya dengan predikat sekolah tersebut menjadi sekolah rujukan, maka dinas harus berikan perhatian lebih pada sekolah tersebut, bukan sebatas dapat anggaran dan lain-lainya.Apa lagi itu dijadikan modus proyek, karena apa yang dibicarkan sesuai fakta lapangan yang ditemui dalam kunjungan.

“Untuk lab fisika saja ada kursi plastik, dan juga tidak tertata secara baik, sehingga dalam pantauan kami ke lab itu seperti gudang buku,” katanya.

Sedangkan Kepala Sekolah SMP N 1 Kota Kupang yang biasa disapa  Rice Ratu dalam berbicangan bersama Wakil Ketua Komisi dan Sekretaris Komisi mengatakan, lab biologi yang dibangun tidak sesuai dengan lab biologi yang dipakai anak-anak untuk praktek.

“Lab ini dibangun sebenarnya lab dibangun untuk praktek, tetapi ini dibangun los seperti ruang kelas.Karena waktu kunjungan kementeria dikatakan ruang ini belum pas untuk dijadikan lab,” lanjutnya.Bangunan ini juga sudah pada retak, sehingga dirinya merasa kuatir. (Yon)

 

Komentar