oleh

Serius Perangi Covid-19, Dinkes NTT Gelar on the Job Training

-Humaniora-102 Dilihat

Kadis Kesehatan NTT. dr. Domi Mere di dampingi Karo Humas Setda NTT, Dr. Marius Jelamu saat memberikan keterangan pers

Kupang, teras-ntt.com — Perhatian dan keseriusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT melalui Dinas Kesehatan Provinsi terus berlanjut. Salah satu cara untuk memerangi Covid-19 adalah digelarnya kegiatan on the job training untuk menyamakan persepsi dan gerak langkah.

“ Eesok akan dilakukan kegiatan on the job training di rumah sakit Prof. W Z Yohannes Kupang,” ucap Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes kepada wartawan di pelataran Kantor Dinas setempat, Kamis (26/03/2020).

Menurut dia, on the job training akan diikuti oleh seluruh kepala Dinas Kesehatan, Direktur Rumah Sakit, dokter spesialis paru dan spesialis penyakit dalam, petugas laboratorium serta perwakilan perawat kabupaten/ kota se NTT.

“ Kita berharap sekembalinya mereka dari kegiatan ini diharapkan tidak ada lagi keraguan dalam penatalaksanaan pasien Covid-19,” kata mantan Dirut rumah sakit Prof. W Z Yohannes Kupang.

Kegiatan on the job training lanjut dr. Domi, akan diawali arahan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL).

“ Arahan Bapak Gubernur pada jam 08.00 wita dari ruangan Bapak Gubernur; karena Bapak Gubernur tidak bertemu langsung dengan peserta kegiatan,” jelas dokter Domi sembari menambahkan, “Tentu syarat-syarat yang namanya physical distancing dan social distancing sebisa mungkin dipenuhi. Ssuai dengan protap-protap yang ada, baik dari WHO maupun dari Kementerian Kesehatan RI.”

Dijelaskannya tujuan dari kegiatan on the job training ini adalah pertama, mengurangi kesimpangsiuran informasi dalam penatalaksanaan penanganan Covid-19 dan kedua, dalam kegiatan itu juga akan dilaksanakan simulasi penanganan pasien.

“ Kegiatan akan dilaksanakan selama dua hari, Jumat dan Sabtu,” kata dr.Domi.

Tidak Ada Lockdown

Pada tempat yang sama, Kadis Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka, menegaskan, tidak ada penutupan jalur penerbangan udara maupun pelayaran di Provinsi NTT.

“ Tidak ada lockdown. Tidak ada penutupan bandara dan tidak ada penutupan pelabuhan laut. Semua terbuka normal seperti biasa,” kata dia.

Menurutnya, yang ada justru pengetatan pengawasan orang perorang.

“ Kita dorong para operator, para pengelola bandara dan pelabuhan untuk benar-benar menggunakan protokol kesehatan. Pemkab Manggarai Barat sudah diminta untuk tidak boleh melakukan lockdown,” kata Isyak yang saat itu juga didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. (Valeri Guru Kasubag Pers/ m45)

Komentar