oleh

Sepuluh WNI Korban Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan

Manila, CNN Indonesia — Kepolisian Nasional Filipina (PNP) menyatakan pada hari ini sepuluh Warga Negara Indonesia dibebaskan dari penyanderaan Abu Sayyaf di Jolo, Sulu.

Kepala Polisi Sulu, Inspektur Wilfredo Cayat, telah mengonfirmasi soal berita pembebasan ini.

“Kami diberitahu ada orang-orang tak dikenal yang membawa sandera asal Indonesia di depan rumah Gubernur Sulu (Abdusakur) Toto Tan (II),” kata Cayat seperti dilaporkan media asal Filipina, Inquirer.net, Minggu (1/5).

Menurut Cayat, informasi mengenai pembebasan sandera dikabarkan oleh Gubernur Sulu yang menelpon dirinya.

“Kami sekarang sedang mempersiapkan membawa 10 WNI ini ke Zamboanga dan menyerahkan ke pejabat konsulat,” kata Cayat.

Sepuluh orang WNI yang disandera merupakan awak kapal tongkang Anand 12 dan Brahma 12 yang membawa 7 ribu ton batu bara dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menuju Filipina. Kapal itu bertolak pada 15 Maret dan kemudian dibajak Abu Sayyaf di perairan Sulu pada 27 Maret lalu.

Selain itu, empat orang lainnya juga disandera pada 15 April lalu. Mereka adalah awak kapal tunda TB Henry dan kapal tongkang Crista yang dibajak dalam perjalanan dari Cebu, Filipina, menuju Tarakan, Kalimantan Utara.

Untuk sandera asal Indonesia, pemerintah telah menegaskan tebusan merupakan urusan perusahaan pemilik kapal tempat mereka bekerja. Disebutkan, tebusan yang diminta adalah senilai 50 juta peso atau setara dengan Rp15 miliar.

Sementara itu, salah satu warga Kanada yang ditahanan Abu Sayyaf, John Ridsdel, 68, tewas di tangan kelompok militan itu setelah potongan kepalanya ditemukan di Jolo, pulau terpencil di selatan Filipina pada Senin (25/4). (yul)

Komentar