oleh

Sebelum Beternak Kelompok Tani Di Nulle Siapkan Pakan

-Ekbis-82 Dilihat

Kelompok tani peternak di Desa Nulle TTS mengikuti pelatihan membuat pakan (foto erik sanu)

Soe, teras-ntt.com — “Sedia payung sebelum hujan” itulah pribahasa yang artinya menyiapkan diri sebum menghadapi sesuatu hal. Hal ini pasti terjadi dan pasti dirasakan semua orang dalam kehidupannya.

Seperti yang dilakukan dua kelompok tani peternak di Desa Nulle, Kecamatan Amanuban Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), menyiapkan pakan sebelum memelihara ternak.

Dua kelompok tani yang berdomisili di RT 15/ RW 8 dusun D masing – masing kelompok Tonifun dan Meoana yang beranggotakam 30 orang.

Ke 30 anggota kompok ini mendapat pelatihan membuat pakan bersama pakar ternak yang diselenggarakan BDSP Nekmese TTS di rumah salah satu anggota di desa setempat, Jumat (24/1/2020).

Salah seorang peserta, Yoksan Selan mengatakan, saat Musrenbangdes diusulkan untuk pengadaan ternak (Babi) bagi kedua kelompok tersebut sehingga sebelum sampai ke tangan anggota perlu antisipasi dengan mengikuti pelatihan agar kedepan bisa membuat pakan sendiri demi mengurangi ketergantungan terhadap makanan toko.

Menurutnya, Desa Nulle terdiri 1.244 KK dan 5.000-an jiwa yang 89 persen hidup dari beternak dan bertani, karena itu perlu diberikan pelatihan pakan ternak untuk menjawab bantuan ternak lewat program pemerintah tahun 2019 dan 2020.

” Sebelum kami beternak terlebih dahulu mempersiapkan pakan, sehingga bantuan ternak tiba kami tidak perlu untuk mencari pakan lagi,” ujar Yoksan.

Sementara itu Ketua BDSP Nekmese Jhys Baok mengatakan, banyak yang memberikan pelatihan namun seharusnya usai pelatihan tersebut mestinya ada dampak untuk semua masyarakat.

Lebih lanjut menurut Jhya, Inovasi itu artinya bahan yang tidak berguna di buat jadi bermanfaat seperti bahan lokal yang di sekitar masyarakat diolah jadi pakan ternak agar bisa dimanfaatkan.

Tujuannya bukan bisnis dan tetapi pakan sosial yang kandungannya sama dengan barang toko dan lebih hemat.

Pakan sosial artinya kebiasaan masyarakat TTS di setiap rumah pasti memelihara ternak untuk menjaga – jaga ketika ada peristiwa suka maupun duka bisan dimanfaatkan.

” Saya minta peserta agar setelah ikut pelatihan bisa membuat sendiri dan juga jangan lupa tanam pisang masing – masing 10 pohon dan itu ada keuntungan bagi peserta sendiri,” katanya.

Ia juga mengatakan, bahwa semua orang bisa mempunyai ide, memberikan pelatihan namun yang terpenting adalah transfer semangat karena pengalaman yang diperolehnya ketika ada dua puluh orang mengikuti pelatihan, hanya dua atau tiga orang yang mempraktekkannya sehingga bagaimana cara memotivasi mereka agar bisa mengembangkan pengetahuan yang diperole.(sys)

Komentar