oleh

Sapi Masuk Kebun, Kades Peras Warga

-Daerah-68 Dilihat

Sapi masuk kebun warga/ foto ilustrasi

Soe, terasntt.com — Gara – gara sapinya masuk kebun milik Ketua RT 30 Desa Tetaf, Kecamatan Kuatnana TTS, Imanuel Faot harus merogo kantongnya. Ia diduga diperas kepala desa Yulius Talan sejumlah uang terkait kasus ini.

” Sapi saya masuk kebun Abner Sesfaot yang juga Ketua RT 30 pada 29 September lalu. Keesokan harinya, kades mendatangi lokasi kajadian untuk menyelesaikan masalah tersebut. Saya diharuskan membayar uang sebesar Rp 5 juta. Selain itu, saya juga disuruh membayar denda kepada kades sebesar Rp 1,5 juta,” kata Imanuel kepada terasntt.com via telepon selularnya, Selasa (8/10/2019).

Namun demikian lanjut Imanuel, saat hendak berterima kasih secara adat lewat ‘Okomama’ di rumah kades, uang yang diserahkan sebesar Rp 1,5 juta dikembalikan sebesar Rp 750 ribu. Ia merasa tidak puas dan mempertanyakan di kemanakan uang yang diberikan tersebut. Untuk kades atau masuk kas desa,” ujarnya.

Hal ini dibenarkan Yulius Talan, bahwa dirinya menerima uang sebanyak Rp 1,5 juta dari Imanuel. Namun dia mengembalikan sebagian karena merasa kasihan.

“ Uang yang diterima tersebut masuk ke kas desa atas kesepakatan bersama beberapa waktu lalu. Dimana jika ada hewan yang masuk area pertanian, maka akan dikenai denda,” tandasnya.

Ketika ditanya apakah itu termasuk pungli atau tidak karena belum ada Peraturan Desa, Yulius mengaku itu hanya kesepakatan saja. Dan dia berjanji, untuk ke depan, akan dibuatkan perdesnya.

“ Ini kesepakatan bersama waktu lalu dan yang bersangkutan juga setuju. Jadi, tidak ada masalah,” tegasnya.

Sementara, Kepala Urusan Umum Ande Taniu juga menjelaskan, dirinya hadir di kebun dan saat perhitungan tanaman yang dimakan sapi.

“ Sapi makan 160 pohon ubi, 30 pohon pepaya. Kerugian bagi pemilik kebun Abner Sesfaot sebesar Rp 8,3 juta. Imanuel Faot hanya sanggup membayar Rp 5 juta, dan langsung dibayar saat itu juga,” jelasnya.

Sementara denda Rp 1,5 juta menurut kepala desa adalah kesepakatan bersama.

Terpisah, Ketua Badan Permusyawaratan Desa Tetaf Samgar Neonane mengatakan, tidak ada perdes dan tidak ada kesepakatan terkait denda jika ada hewan yang masuk areal pertanian.

“ Kalau sampai pungut warga hingga ratusan bahkan jutaan, itu termasuk pungutan liar. Sebagai Ketua BPD, saya tidak pernah sepakat soal itu,” pungkasnya.(sys)

Komentar