oleh

Saksi Sebut Ulang Tahun Jero Wacik Dibayari Bos Tambang

-Hukrim-20 Dilihat

Jakarta, CNN Indonesia — Saksi sekaligus pegawai PT Trinergy Mandiri Internasional Ali Rahman mengaku menyetorkan duit Rp349 juta untuk pembayaran ulang tahun mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik dan istrinya, Triesna Wacik.

Ali mengatakan diutus oleh bosnya sekaligus pemilik perusahaan tambang tersebut, Herman Afif. Herman merupakan teman sekampus Jero yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Ulang tahun Jero yang sedianya jatuh pada 24 April, dirayakan pada 12 Juni 2012 bersama dengan ulang tahun sang istri yang lahir 10 April. Perayaan dihelat di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

“Saya dipanggil beliau (Herman). Kemudian saya diminta bayarin tunai ke Dharmawangsa, untuk ESDM. Saya telepon Dharmawangsa ternyata tidak bisa tunai, jadi saya confirm ke Pak Herman,” kata Ali saat bersaksi untuk Jero di Pengadian Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (9/11).

Ali tak tahu alasan mengapa si bos menyuruhnya membayar biaya jamuan makan malam orang nomor satu di kementerian itu. Ia juga mengaku tak tahu relasi bosnya dengan Jero Wacik.

Meski perusahan membayar duit ulang tahun Jero dan istri, Ali mengaku tak pernah kecipratan proyek di kementerian tersebut.

Sementara itu, teller BNI Novita Indriyani mengatakan pernah mengurus penyetoran duit dari Ali Rahman kepada Hotel Dharmawangsa pada 13 Juni 2012 dengan total berkisar Rp349 juta. “Di slip setoran tertulis pembayaran gathering,” kata Novita.

Namun ketika Jaksa menghadirkan Herman di persidangan, pejabat Kadin itu mengaku tak pernah menyuruh Ali membayarkan duit perusahaan untuk ulang tahun Jero. Ia mengatakan pernah dihubungi oleh Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM Arief Indarto.

Arief meminta bantuan kepada Herman untuk menutupi tagihan pembayaran ulang tahun. Arief mengaku ditugasi oleh Sekjen ESDM saat itu, Waryono Karno, untuk bertemu Waryono.

“Arief tanya ke saya, ke kantor saya, Pak Herman bisa bantu tidak? Ada sisa pembayaran Rp349 juta, katanya semacam tagihan penyelenggaraan di Dharmawangsa,” kata Herman saat sidang.

Herman menuturkan tak pernah diberitahu Jero Wacik soal tagihan tersebut. “Saya kaget. Saya menolak. Saya tidak sanggup, tidak ada budget-nya,” ucapnya.

Hal senada diutarakan Jero Wacik di akhir persidangan. “Pembayaran itu tanpa sepengetahuan saya. Seingat saya, kalau acara di Dharmawangsa itu gratis,” ujarnya.

Jero juga mengklaim, anak buahnya tidak ada yang pernah melapor soal kekurangan biaya di Dharmawangsa.

“Hubungan kami (dengan Herman) kolegial. Saya tidak pernah kasih proyek,” ucapnya.

Atas dakwaan penerimaan hadiah dari bos Kadin, Jaksa KPK menjerat Jero dengan hukuman Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (agk/cnn)

Komentar