oleh

Rutan Soe Deklarasikan Resolusi Pemasyarakatan 2020

-Hukrim-69 Dilihat

Foto bersama usai Deklarasikan Resolusi Pemasyarakatan 2020 di Rutan Soe

Soe, teras-ntt.com — Rutan Kelas II B Soe,TTS menggelar media gathering mendeklarasikan Resolusi Pemasyarakatan Tahun 2020 serentak di Indonesia yang berlangsung di aula rutan setempat, Kamis (27/2/2020). Ada 15 poin resokusi yang sampaikan dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan secara nasiobal ini dihadiri Kepala Rutan Soe, Lukas Frans, Kapolres TTS AKBP Aria Sandy, SIK, Ketua Pengadilan Negeri Soe, I Wayan Yasa, Kepala Kantor Kementerian Agama  Kabupaten TTS, Agus Nggiku, dan beserta awak media.

Lukas Frans mengatakan, bahwa ada 15 point yang dideklarasikan dalam kesempatan tersebut sebagai berikut:

Pertama mendorong Rutan Kelas II B untuk mendapatkan predikat WBK/WBBM.
Kedua memberikan hak remisi kepada warga binaan.
Ketiga memberikan program integritas perubah Pembebasan Bersyarat(PB), Cuti Bersyarat(CB), dan Cuti Menjelang Bebas (CMB) kepada warga binaan.

Menurutnya ada 123 warga binaan yang diajukan untuk mendapat remisi pada 17 Agustus sementara itu ada 31 warga binaan yang mendapatkan pembebasan bersyarat dan 4 warga binaan yang mendapatkan cuti bersyarat di tahun ini.

” SK pembebasan bersyarat sudah ada hanya menunggu waktunya ” ungkap Lukas

Keempat memberikan rehabilitasi medis dan sosial kepada warga binaan.
Kelima pemberian makanan siap saji.
Keenam pencegahan dan pengendalian penyakit menular.

Menurutnya, Point 4 dan 5 di Rutan Soe belum tersedia fasilitasnya sehingga warga binaan kasus Narkoba dipindahkan ke Rutan Kupang agar bisa mengikuti program rehabilitasi.

Rutan kelas II B Soe sudah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten TTS dalam hal ini Puskesmas Kota  untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan kepada warga binaan .

Ketujuh peningkatan kualitas warga binaan.

Kedelapan mewujudkan ketahanan pangan di Rutan.
Kesembilan mewujudkan Zero Overstaying. Kesepuluh, Kesepuluh mewujudkan penyelesaian overcrowding.
Kesebelas meningkatkan PNBP.
Keduabelas pembentukan kelompok masyarakat peduli permasyarakatan.
Ketigabelas menyelenggarakan sekolah mandiri bagi anak. Keempatbelas mewujudkan revitalisasi pengelolaan basan dan badan dan
Kelimabelas mengantarkan 48 napi teroris mengikrarkan kesetiaan kepada NKRI namun itu hanya di lapas Nusakambangan.

Dari poin poin tersebut kelihatannya para warga binaan di Rutan seperti dimanjakan namun hal itu dilakukan karena menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia.

Pada kesempatan yang sama Kapolres TTS AKBP Arya Sandy S.IK mengatakan konsep peningkatan pelayanan yang diterapkan bukan hanya dilakukan di Kementerian Hukum dan HAM tapi juga di kepolisian.

Namun warga binaan diibaratkan sama seperti pasien di rumah sakit yang meski dilayani dengan baik tapi tetap dibatasi.

” Warga binaan di rutan memang tubuhnya segar tapi jiwanya sakit dan juga status sosialnya berubah. Memang warga binaan diperlakukan baik dan meninkmati fasilitas baik namun mereka tidak akan bebas sehingga jiwanya tetap tertekan,” ujarnya.(sys)

Komentar