oleh

Rumah Perempuan Maping Potensi Perlindungan Anak di Kota Kupang

-Humaniora-86 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com – Rumah Perempuan Kupang bersama Indo Act mengandeng empat keluarahan di Kota Kupang dan dua desa di Kabupaten Kupang sebagai mitra melakukan maping (pemetaan) pontensi perlindungan anak.
Hal itu dikemukakan Koordinator Indo Act Rumah Perempuan Kupang, Esther Mantaon kepada wartawan di kantor Rumah Perempuan Kupang, Rabu (18/11).
“ Kami gandeng empat kelurahan di Kota Kupang dan dua desa di Kabupaten Kupang mendiskusikan pemetaan potensi perlindungan anak. Ini dilakukan untuk mengatahui penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi pada pelayanan public seperti sekolah, Puskesmas, Pos Polisi, tempat penitipan anak, forum anak dan kelaurahan siaga,” kata Esther.
Ia menyebutkan, empat kelurahan di Kota Kupang yang digandeng pihaknya yakni Kelurahan Nefonaek, Lasiana, Belo dan Kelurahan Penfui. Sementara dua desa di kabupaten Kupanag diantaranya Desa Penfui Timur dan Oeletsalah.
“Pelaksanaan pemetaan ini dilatari karena adanya kasus kekerasan yang terjadi pada anak yang belum tertangani secara maksimal,” katanya.
Saat diskusi digelar lanjut Ester, peserta mengharapkan perlunya pengawasan pemerintah melalui dinas terkait sehingga proses penanganan dapat berjalan sesuai yang diharapkan.
Selain itu, kata Esther, peserta juga meminta adanya sistim koordinasi yang baik dengan pejabat pemerintah di tingkat bawah yakni RT hingga lurah dan camat.
“Mereka juga meminta agar forum anak yang sudah terbentuk diberikan SK, karena sejak forum anak terbentuk belum ada SK .Dan juga setiap perencanaan baik ditingkat kelurahan maupun desa melalui program yang berkaitan dengan penanganan perempuan dan anak perlu melibat melibatkan forum anak yang sudah terbentuk tersebut,” lanjutnya.(rif)

Komentar