oleh

Rihi, Minta Polisi Periksa Universitas Barkley

-Hukrim-21 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com –- Yohanes Daniel Rihi, SH kuasa hukum tersangka penggunaan gelar doktor palsu, Samuel Haning meminta penyidik Polres Kupang Kota memeriksa Universitas Barkley selaku penganugerah gelar itu. Barkley turut bertanggung jawab dalam kasus ini.
demikian disampaikan, Rihi ketika dihubungi wartawan, Sabtu (31/10/2015).
Yohanes Rihi, menegaskan pihak kepolisian Polres Kupang Kota seharusnya terlebih dahulu memeriksa Universitas Brkley dalam kasus itu. Bukan langsung memeriksa Samuel Haning dan langsung ditetapkan sebagai tersangka.
“Saya minta mereka harus periksa dahulu Universitas Barkely bukan hanya periksa Sam Haning dan langsung ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu,“ tegasnya.
Menurut dia, dalam kasus tersebut kilennya juga menjadi korban dari perbuatan Universitas Barkely. Jika, polisi mengangkap bahwa Universitas Barkely itu illegal maka pengurus universitas itulah yang harus ditetapkan sebagai tersangka, bukan Haning.
“Sam Hanig itu korban dari perbuatan Universitas Barkley. Dia bukan pelaku. Pelakunya adalah pihak Barkley. Masa orang mau sekolah untuk dapatkan sesuatu dijadikan tersangka,itukaan aneh, “ tegas Rihi.
Dalam kasus itu, Rihi menilai Polres Kupang Kota telah memnbuat kekeliruan besar dengan menetapkan Samuel Haning sebagai tersangka.
Sementara, Kapolres Kupang Kota, AKBP Budi Hermawan, SIK ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Didik Kurnianto, SIK, menjelaskan pihaknya telah memeriksa Universitas Barkley terkait legalitasnya sebagai Universitas di Indonesia.
Menurut Didik, sesuai hasil pemeriksaan tim penyidik Polres Kupang Kota, Universitas Barkley tidak terdaftar di Dikti. Barkley hanyalah tempat kursus bukan Universitas.
“Kami sudah periksa Universitas Barkley dan terbukti tidak terdaftar di Dikti. Itu hanyalah temat kursus saja bukan Universitas secara resmi yang terdaftar di Dikti, “ tegasnya.(che)

Komentar