oleh

Ribuan Warga Kota Kupang Serang PLN

-Ekbis-21 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com — Ribuan warga Kota Kupang yang dikoordinir mantan anggota DPD RI, Sarah Leri Mboik menyerbu kantor PLN Cabang Kupang, Selasa (18/11/2015).
Warga tidak puas dengan pemadaman listrik secara sepihak oleh PLN hingga meresahkan dan mengakibatkan kerusakan alat elektronik.

Sejakpagi pukul 8.00 wita massa muali berdatangan dan berkumpul di depan Kantor Pos dan Giro Cabang Kupang.
Mereka kenudian berjalan kaki kurang – lebih 300 meter menuju Kantor PLN, massa tampak geram namun tertib dalam berunjuk rasa.

Membawa serta sound dan spanduk juga krans bunga massa yang berasal dari berbaiak suduk Kota Kupang ini terus berorasi, dan meminta agar PLN bartanggung jawab atas perbuatan yang merugikan masyarakat.

Mereka juga mendesak agar Pimpinan PLN serta jajarannya memeberikan penjelasan terkait pemadam listrik.

” Kami datang dengan niat baik. Kami mohon penjelasan yang secara detail alasan pemadaman karena sangat meresahkan masyarakat,” tegas Mboik disambut teriakan massa.

Merasa tuntutan mereka diabaikan, Manajemen PLN, Leri Mboik bersama massa mamksa masuk pintu pagar yang diamankan puluhan personil Polres Kupang Kota untuk meletakkan krans bunga dan spanduk bernada proses persis di depan pintuk kantor.

Petinggi Polres Kupang Kota bersusaha mengamankan massa dan berkoordinasi dengan pihak PLN agar bisa menemui pendemo, namun juga sia – sia.

Dan akhirnya tepat pukul 10.00 wita, massa membubarkan diri dan berjanjanji akan kembali besok dengan massa yang lebih banyak.

” Hari ini kami pulang dengan kecewa, tetapi kami akan kembali besok dengan massa yang lebih banyak untuk menduduki kantor PLN,” tegas salah seorang diantara ribuan massa.

Jumpa Perss

Pada tempat berbeda, Manajer PLN Area Kupang, Mery Gunawan, Manajer PLN Sektor NTT, Dony Ocniza dan Manajer PLN Rayon Kupang, Margaretha Yupukoni menggelar jumpa pers untuk menjelaskan alasan PLN melakukan pemadaman bergiril.

” Aspirasi dan keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik kami kami terima. Pemadaman yang terjadi tahun ini paling besar karena dilayani PLTU Bolok dan PLTD tenau. Dua pembangkit PLTU mengalami gangguan dan mengakibatkan
sitem Kupang pada gardu induk di Maulafa hingga mati mendadak. Kami menerima aspirasidari masyarakat. Kami juga tidak ingin hal ini terjadi. Yang kami inginkan, penyampaian aspirasi secara tertib dan damai, karen kami juga tidak ingin pelayanan publik kami terganggu,”tegas Mery.

Menurut dia, Kota Kupang mengalami kekurangan daya 20 mega wat dari 58 mega wat beban di kota kupang.

Demikian juga disampaikan
Doni, bahwa ada perbedaan karakter antara PLTU dengan PLTD.
PLTU terlebih dahulu memanaskan air sebelum menjadi pembangkit listrik dengan temperatur 800 – 900 derajat.

” Kedua mesin PLTU yang mengalamigangguan itu sudah diperbaiki dan satu sudah bisa dingunakan setalah menanskanair kurang dalam jaringan pipa.
Dan hari ini manajemen PLTU sedang memanskan air untuk mesin kedua dan diharapkan hari ini bisa digunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat,” tegasnya.(mas)

Komentar