oleh

Ribuan Warga Antar Camat Kupang Timur ke Peristrahatan Terakhir

-Humaniora-57 Dilihat

OELAMASI, Terasntt.com – Ribuan warga Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang mengantar Camat Kupang Timur, Welhelmus Kollo ke peristrahatannya yang terakhir usai disemayamkan di Gereja Getsemani Bau-Bau, Minggu (17/4) petang.

Almarhum Welhelmus diketahui meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Naibonat Kupang, Jumat (15/4) akibat gangguan asma yang dialaminya sejak lama.

Pantauan wartawan, ibadat pelepasan jenasah dilangsungkan di Gereja Getsemani Bau-Bau dihadiri jemaat dan warga di Kecamatan Kupang Timur. Hadir juga pada kesempatan itu sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Kupang seperti Kepala Bappeda, Kapala Badan Arsip, Kepala Bagian Sunpro. Hadir juga pada kesempatan itu, anggota DPRD Kabupaten Kupang, Daud Ullu dan Danramil, Abdon Harapan.
Usai dilakukan ibadat di gereja Getsemani, sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kupang langsung mengusung jenasah dari gereja menuju mobil jenasah yang berada di depan gereja tersebut.

Meski Welhelmus meninggal saat masih aktif sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak dilakukan acara pelepasan secara kedinasan di kantor tempatnya bekerja.
Sekitar pukul 15.45, ribuan warga secara berbondong-bondong mengantar jenasah Welhelmus ke liang lahat di sekitar kediamannya di Bau-Bau.
Warga Kupang Timur, Daud Ullu kepada wartawan mengaku terkesan dengan keuletannya serta berprestasi dalam melaksanakan tugasnya sebagai kepala wilayah.

“Pak Welhelmus sangat baik, rajin dan cukup dekat dengan masyarakat yang diimpinnya,” ungkap anggota DPRD Kabupaten Kupang ini.
Sementara Ketua DPC PKPI Kabupaten Kupang, Anselmus G. Djogo yang ditemui secara terpisah mengatakan, dirinya cukup mengenal almarhum Welhelmus Kollo.
Salah satu kesan mendalamnya dengan sosok Welhelmus adalah saat peresmian Kampung Toleransi Naibonat Kupang pertengahan tahun 2015 lalu.

“Dia tipe pemimpin yang sangat toleran dan berani mengambil keputusan dalam memperkuat keberagaman dan kerukunan antar umat beragama,” ujarnya.

Sementara almarhum Welhelmus Kollo saat berbincang dengan wartawan saat peresmian Kampung Toleransi antar Umat beragama di Naibonat Kupang menegaskan, dirinya siap mengambil resiko untuk suksesnya pendirian empat rumah ibadat di kampong Toleransi Naibonat Kupang.

“Saya akan terus berjuang hingga empat agama punya rumah ibadat di sini,” tandasnya.

Saat itu ia mengaku bangga dengan penggagas Kampung Toleransi antar Umat beragama, Anselmus G. Djogo yang rela menyerahkan lahan untuk dibangun empat rumah ibadat di atas lahan seluas 4,5 hektaare.

“Saya sangat bangga karena kampong toleransi ini ada di wilayah yang saya pimpin. Apalagi, ini satu-satunya di Indonesia. Saya sangat mengharapkan pemerintah menyukseskan pendirian empat rumah ibadat di sini,” pesannya saat itu.(bet)

Komentar