oleh

Realisasi PIN Kabupaten Kupang 103,7 Persen

-Humaniora-15 Dilihat

OELAMASI, Terasntt.com — Pekan Imunisasi Nasional (PIN) di Kabupaten Kupang sukses mencapai 103,7 persen. Balita yang terdaftar pada petugas puskesmas sebanyak 30.384 orang.

” Yang diimunisasi sebanyak 31.977 atau 103,7 persen. Terjadi penambahan balita sebanyak 1.539 orang karena ada yang baru lahir, dan sebagian balitan baru datang berbagai kecamatan yang tidak terdaftar di posyandu,” kata Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Kupang, dr. Robert AJ. Amheka didampingi Kepala bidang P2PL Jack Ly di Oelamasi, Rabu (17/3/2016).

Menurut Amheka pelaksaan PIN yang dimulai serentak seluruh Indonesia dari tanggal 8 – 15 Maret 2016 sebanyak 31.977 orang.

Saat pelaksanaan PIN, lanjutnyaa semua petugas kesehatan menyebar di 694 POS PIN yang berada di 26 puskemas di Kabupaten Kupang yang melayani 170 desa/ keluarahan.

Untuk melancarkan pelaksaan tetesan polio setiap POS PIN ditempatkan satu tenaga kesehatan bersama dua orang kader untuk melakukan imunisasi pada balita berusia 0-59 bulan.

Selama melaksanakan pekan imunisasi (8-15 Maret) petugas kesehatan dari Kabupaten Kupang menempatkan petugas imunisasi baik di pelabuhan Bolok Kupang maupun di Bandara Eltari Kupang agar setiap balita yang datang maupun keluar dari Kabupaten Kupang mendapat tetesan polio.

Ketua panitia PIN, Yahya Bebengu, SKM dalam laporanya mengatakan imunisasai merupakan upaya pencegahan dan terbukti sangat cost effective. Banyak kematian dan kecacatan yang disebakan oleh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Menurutnya, Eradikasi polio secara global akan memberi keuntungan secara finansial. Biaya jangka pendek yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan eradikasi tidak akan sedibanding dengan keuntungan yang akan didapat dalam jangka panjang.

” Tidak akan ada lagi anak-anak yang menjadi cacat karena polio. Biaya yang diperlukan untuk rehabilitasi penderita polio dan biaya imunisasi polio dapat dikurangi. Pada bulan Mei 2012, World Health Assembly (WHA) mendeklarasikan bahwa eradikasi polio adalah salah satu isu kedaruratan kesehatan masyarakat dan perlu disusun strategi menuju eradikasi polio (Polio Endgame Strategy).

” Indonesia telah berhasil menerima sertifikasi bebas polio bersama dengan negara anggota WHO di South East Asia Region (SEAR) pada bulan Maret 2014. Sementara ini dunia masih menunggu negara lain yang belum bebas polio. Ada Afganistan, Pakistan dan Nigeria,” katanya.

Untuk mempertahankan keberhasilan tersebut, kata Yahya untuk melaksanakan strategi menuju eradikasi polio di dunia, Indonesia melakukan beberapa rangkaian kegiatan, yakni Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio, penggantian vaksin trivalent Oral Polio Vaccine (tOPV) ke bivalent Oral Polio Vaccine (bOPV) dan introduksi Inactivated Polio Vaccine (IPV).

Dia berharap pada akhir tahun 2020 penyakit polio telah berhasil dihapus dari seluruh dunia. Dan berdasarkan laporan dari Provinsi NTT, cakupan imunisasi Polio 4 telah melebihi 90% walau tidak merata di seluruh wilayah provinsi.

Apabila dibandingkan dengan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, cakupan imunisasi rutin Polio4 adalah 77%. Selain itu, kinerja surveilans AFP juga menunjukkan penurunan di beberapa wilayah sehingga tidak sensitif.

Hasil surveilans AFP tahun 2011 sampai 2014 menunjukkan bahwa 20% kasus non polio AFP tidak mendapatkan imunisasi polio lengkap. Gambaran ini serupa dengan keadaan pada tahun 2005 pada saat terjadi KLB Polio di Indonesia.

Selain itu, kata Yahya berdasarkan penilaian risiko yang dilakukan WHO tahun 2011 – 2014, Indonesia dinyatakan berisiko tinggi terhadap importasi virus polio dan Komite Penasehat Ahli Imunisasi (ITAGI) merekomendasikan Indonesia untuk melaksanakan kegiatan PIN Polio.

Berdasarkan hasil pertemuan desk review pada tanggal 20-23 Oktober 2014 yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan bersama WHO, UNICEF, dan melibatkan para pakar dan akademisi serta organisasi profesi, maka direkomendasikan untuk melakukan PIN Polio pada anak usia 0-59 bulan untuk memberikan perlindungan yang optimal bagi seluruh anak terhadap virus polio.

PIN Polio adalah pemberian imunisasi tambahan polio kepada kelompok sasaran imunisasi untuk mendapatkan imunisasi polio tanpa memandang status imunisasi yang dilakukan berdasarkan hasil evaluasi program dan kajian epidemiologi. Tujuan dicapai yaitu tercapainya eradikasi polio di dunia pada akhir tahun 2020.

Memastikan tingkat imunitas terhadap polio di populasi (herd immunity) cukup tinggi dengan cakupan > 95%. Memberikan perlindungan secara optimal dan merata pada kelompok umur 0-59 bulan terhadap kemungkinan munculnya kasus polio yang disebabkan oleh virus polio Sabin.(*/mas)

Komentar