oleh

Pupuk Langka di Nunkurus

-Ekbis-19 Dilihat

OELAMASI, Terasntt.com – Petani di desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang mengeluhkan kelangkaan pupuk yang melanda petani yang menggarap lahan ratusan hektaare di wilayah tersebut.

Hal itu dikeluhkan sejumlah Ketua Kelompok Tani di wilayah tersebut saat Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigadir Jenderal TNI Heri Wiranto didampingi Dandim Kupang, Letkol (Inf) Endarwan Yansori serta Danramil Kupang, Kapten Harapan Abdon, Senin (7/3/2016).

Hadir juga pada kesempatan itu Penggagas Kampung Toleransi Baibonat Kupang, Anselmus G. Djogo.

Koordinator Kelompok Tani (Kapoktan) Tunggadea, Yohana gago bersama Ketua Kapoktan Berkat Bapa, Yorim Nale, Kapoktan Tunas Mekar, Yeremias Patolam dan Kapoktan Tunas Baru, Frit Nat mengungkapkan, kelangkaan pupuk di wilayah tersebut telah berlangsung cukup lama.

Pada hal menurut mereka, petani yang menggarap lahan persawahan seluas 235 hektaare di lokasi tersebut telah menanam namun saat ini pihaknya kesulitan untuk mendapatkan pupuk.

“Kami sudah tanam tapi kendalanya pupuk tidak ada,” ungkap Yohana.

Pada hal sebelum dilakukan penanaman tambah Ketua Kapoktan Berkat Bapa, Yorim Nale pihaknya telah mengusulkan Rencana Detail Kebutuhan Kelompok (RDKK) ke Pemerintah Kabupaten Kupang sebagai syarat untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

“RDKK sudah disampaikan jauh sebelum pak Gubernur launching pembukaan sawah baru di sini,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Kupang maupun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diharapkannya supaya menyikapi persoalan itu secara serius. Ia mengatakan, partisipasi TNI AD dalam membuka areal pertanian semestinya mendapat dukungan serius pemerintah dengan tidak menghambat penyaluran pupuk sehingga upaya swasembada pangan dapat terwujud.

“Kehadiran TNI dalam menyemangati kami. Semestinya didukung secara serius oleh pemerintah. Kami terpacu bekerja setelah TNI AD mendampingi kami sehingga kami harapkan agar program ini berkelanjutan,”ujarnya.

Sedangkan Kapoktan Tunas Mekar, Yeremias Patolam kuatirkan bila persoalan itu tidak segera disikapi akan berdampak buruk bagi produksi pertanian di wilayah tersebut.

“Kalau tidak segera disikapi dampaknya produksi akan menurun,” ujarnya.

Pemerhati kelor yang juga penggagas kampong toleransi Naibonat Kupang, Anselmus G. Djogo disela-sela kunjungan itu kuatirkan adanya upaya pihak-pihak tertentu mensabotase penyaluran pupuk.

“Saya kuatirkan ada mafia yang menghambat penyaluran pupuk di Kabupaten Kupang,” katanya.

Pemerintah bersama aparat diingatkannya agar tidak berdiam diri menyikapi permasalahan yang dialami para petani.

“Pupuk merupakan kebutuhan vital para petani sehingga saat terjadi krisis seperti ini akan berdampak buruk bagi produksi. Pemerintah harus bersikap,” tandasnya.

Manager pemasaran Pupuk Kaltim area Indonesia Timur, Muhamad Yusril yang dihubungi wartawan mengatakan, Tahun ini Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat kuota pupuk urea bersubsidi sebanyak 23,650 ton yang disalurkan ke seluruh petani di 22 kabupaten/kota.

“Kuota di NTT, 23,650 ton, yang sudah disalurkan sebanyak 5,4 ton,” kata Yusril.

Menurutnya, alokasi tersebut mengalami penurunan, karena minimnya penyerapan pupuk bersubsidi.

“Tren realisasi penyaluran pupuk bersubsidi hanya berkisar diantara 20 ribu setiap tahunnya,” kata Yusril.

Saat ini, kata Yusril, stok pupuk urea bersubsidi bagi petani yang memasuki musim tanam ini sebanyak 5.400 ton, dan sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan petani selama 3 bulan kedepan. “Setiap bulan akan ada penggandaan,” ujarnya.

Terkait dengan sering terjadinya kelangkaan pupuk di daerah ini, jelas Yusril, perlu dilakukan kros cek ke lapangan, karena distributor dan pengecer pupuk bersubsidi ini berada hingga tingkat desa.

“Biasanya petani yang tidak termasuk dalam kelompok tani, tidak diberikan pupuk bersubsidi, sehingga sering mengadu terkait kelangkaan pupuk,” ujarnya.

Dia juga menegaskan jika ada temuan yang menyimpang dalam penyaluran pupuk ini, seperti salah penyaluran atau menjual diatas harga eceran tertinggi (HET), maka pihaknya akan melakukan pembinaan bagi pengecer.

“Kami akan tindak tegas distributor atau pengecer pupuk yang nakal,” tegasnya.

Dia menghimbau petani agar tidak resah dengan ketersediaan pupuk urea bersubsidi, karena stok pupuk tersedia. “Petani tidak perlu kuatir dengan ketersediaan pupuk,” katanya.

Komandan Korem 161/Wirasakti Brigjen TNI Heri Wiranto mengatakan, Pemerintah bekerjasama dengan TNI membuka lahan sawah baru demi peningkatan kesejahteraan warga di Provinsi NTT.

“Bulan lalu kita sudah membuka percetakan sawah baru di beberapa kabupaten di NTT dan bekerja sama dengan pihak dari Kementerian pertanian dan luasannya mencapai 4.375 hektare,” katanya.

Ia menjelaskan, Gubernur NTT sangat mendukung program tersebut, bahkan meminta agar TNI sendiri bisa diharapkan untuk membuka lahan baru lagi yang luasnya mencapai tiga hektare yang tersebar di 15 kabupaten Kota di NTT.

Sebab menurut Gubernur NTT, jumlah 4.375 hektare tersebut masih sangat kecil, padahal hampir seluruh wilayah NTT dapat dimanfaatkan untuk pembukaan lahan baru sawah.

“Tetapi untuk saat ini kita fokus kepada 4,375 hektare terlebih dahulu baru kemudian berencana untuk membuka lahan yang baru yang tentunya bantuan dari pemerintah pusat,” tuturnya.

Di desa Nunkurus Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang tambahnya, telah dibuka lahan seluas 235 ha.
Selain membuka lahan baru tambahnya, TNI juga turut membantu sejumlah kelompok tani di Desa Nunkurus untuk menentukan batas petak sawah dari masing masing kelompok tani itu.

“Setelah kita buka lahannya, itu tidak Jadi milik TNI atau pemerintah, tetapi itu dikembalikan ke petaninya, karena lahan itu merupakan milik mereka. Kita hanya membantu membukanya,” tuturnya.(bet)

Komentar