oleh

Punya anggaran besar, kualitas pendidikan RI harus perbaiki

-Nasional-78 Dilihat

Merdeka.com – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Sofyan Djalil mengatakan pertumbuhan pendidikan di Indonesia masih sangat lambat. Sehingga, masih perlu adanya perbaikan kualitas pendidikan.

“Dari pendidikan, data kita menunjukkan anggaran pendidikan dalam APBN meningkat 20 persen sejak 2008. Namun, sampai 2012 tidak terlihat peningkatan kualitas pendidikan,” ujar Sofyan dalam Musyawarah Pembangunan Nasional (Musrenbang) di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (20/4).

Dia menambahkan, salah satu permasalahannya terletak pada belum meratanya tenaga pengajar di daerah-daerah terpencil.

“Data dari Bappenas melalui Kemendikbud, guru dan murid di beberapa daerah sudah ideal. Tapi pemda selalu minta tambah guru honorer. Karena guru bertumpuk di kota, di desa tidak mau lagi mengajar,” jelas dia.

Selain tenaga pengajar, masalah lainnya adalah mata pelajaran di Indonesia masih terlalu banyak. Hal tersebut tentunya akan membebankan murid, sehingga mereka akan melakukan berbagai cara untuk bisa menyelesaikan tugas dari setiap mata pelajaran.

“Di Indonesia mata pelajaran sampai 16, sedangkan di luar negeri seperti di Australia hanya 4 mata pelajaran. Tapi anak-anak disana tidak bodoh dari kita. Maka kita harus berpikir bagaimana menyelesaikan masalah ini dalam berbagai bidang,” jelas Sofyan.

Untuk itu, dia menambahkan pemerintah akan menentukan target, kebijakan, dan indikator pendidikan yang strategis. Seperti, meningkatkan standar kompetensi guru, dan meningkatkan integritas lingkungan yang diimbangi dengan beban kurikulum.

Bukan hanya itu, pemerintah juga harus menciptakan pendidikan yang menyenangkan dan bebas intimidasi agar sekolah bebas dari bully, terlaksananya kurikulum yang progresif sesuai dengan kebutuhan zaman, dan terlaksananya pendidikan agama dan etika yang menumbuhkan akhlak mulia.[sau]

Komentar