oleh

Potong Gaji, Karyawan Bank NTT Bantu Pencegahan Covid-19

-Humaniora-76 Dilihat

Direktur Utama Bank NTT  Izhak Eduard Rihi menyerahkan bantuan penanganan covid-19 kepada Wagub NTT, Josef Mau Soi di Kantor Gubernur, Kamis (23/4/2020)

Kupang, teras-ntt.com — Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi NTT ternyata menggugah hati nurani pihak Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT. Dana yang terkumpul dari 1.600 karyawan/i Bank NTT di se NTT berjumlah Rp 540 juta.
“ Hari ini karyawan dan karyawati Bank NTT menyumbangkan sebagian penghasilan mereka untuk penanganan Covid-19 di NTT,” ujar Wakil Ketua Umum I gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Provinsi NTT yang juga Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi, MM di ruang kerjanya, Kamis (23/04/2020).

Wagub Nae Soi didampingi ketua pelaksana gugus tugas yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT, Ir. Ben Polo Maing, juru bicara yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. Sementara pihak Bank NTT hadir Direktur Utama, Izhak Eduard Rihi, Direktur Umum, Johanes Umbu Praing, dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu serta sejumlah staf humas Bank NTT.

Mau Soi mengaku, bangga atas kepedulian pihak Bank NTT yang begitu respons terhadap situasi dan kondisi yang dialami masyarakat terdampak Covid-19. “Ada dua konsentrasi Pemprov NTT saat ini. Kita sangat butuh bukan hanya untuk mengurus Covid-19 saja namun juga DBD,” jelas Wagub.

Menurutnya, Provinsi NTT menempati urutan kedua angka kematian akibat DBD. “ Kita nomor 2 tertinggi di seluruh Indoensia dengan jumlah orang terbanyak dan angka kematian yang tinggi akibat DBD. Oleh sebab itu, kita menerima dengan sukacita dan berharap agar semua masalah dapat selesai,” katanya.

Wagub NTT, Josef Nae Soi

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank NTT, Izhak Eduard Rihi mengatakan, bahwa bantuan dana yang diberikan ini merupakan bukti empati yang nyata dan tanggungjawab untuk saling membantu. “ Ini bantuan yang kami coba membantu lewat pos – pos bantuan dan sumbangan sukarela. Ini juga bagian dari empati kita dan tanggung jawab untuk saling membantu,” katanya.

Izhak mengatakan, proses pengumpulan dana ini telah berjalan selama dua bulan sejak awal mulainya Covid-19. “ Kita sudah berjalan dua bulan dari awal mulai muncul Covid-19. Ada juga dari dana CSR sendiri serta dari karyawan dan karyawati di 10 kabupaten, ada sekitar 1.600 lebih karyawan. Sumbangan dari karyawan langsung disetor ke rekening,” kata Izhak. (Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT/ m45)

Komentar