oleh

Peringati Hari Lansia, Puskesmas Witihama Gelar Festival Budaya Lamaholot

-Daerah-79 Dilihat

Kupang, Terasntt.com – Sehat itu harus dimulai dari keluarga, sehat harus dijaga dengan menerapkan pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga nantinya, akan terbangun keluarga yang sadar akan kesehatan sehingga terwujud generasi yang sehat, mandiri dan produktif.

Dalam kehidupan berkeluarga, usia lanjut merupakan merupakan figure tersendiri dalam kaitan dengan kehidupan sosial budaya bangsa. Usia lanjut masih merupakan sumber daya yang bernilai bagi dirinya, keluarga dan masyarakat.

Pada tanggal 28 Juli 2018, kemarin, bertempat di Desa Waiwuring Kecamatan Witihama, seluruh Lansia sekecamatan Witihama, yang terhimpun dalam wadah Posyandu Lansia dari 19 Posyandu Lansia di 16 Desa dalam Kecamatan Witihama, ‘bereuni’ bersama dalam memperingati Hari Lansia Tingkat Kecamatan Witihama yang ke-13.

Dibawah tema Lansia Sehat, Masyarakat Bahagia, mereka berhimpun bersama dalam bingkai Festival Budaya Lamaholot. Disini mereka saling berbagi antar sesama Posyandu Lansia dalam tari dan lagu daerah lamaholot. Festival tarian daerah lamaholot ini dilombakan dengan jenis-jenis tarian adalah ‘Lebe, Lili, dan Dana’. Menariknya, syair nyanyian sebagai pengiring tarian daerah ini semuanya berisi ajakan untuk Hidup Sehat.

Kepala Puskesmas, Lambertus Ola Rua, A.Md. Kep, sebagai Panitia Penyelenggara kegiatan mengatakan bahwa kegiatan HUT LANSIA tahun ini, sebenarnya terjadi pada tanggal 29 Mei 2018, namun ada suatu dan lain hal sehingga baru dirayakan hari ini.

Kegiatan ini, Kata Lamber merupakan momen untuk bersilahturami, saling berbagi suka dan duka kehidupan serta ‘refreshing’ menghilangkan segala beban dan kepenatan yang mungkin dialami oleh bapak/ibu Lansia sekalian.

“Kegiatan ini, bukan hanya sebuah perlombaan, juara bukan menjadi yang utama tetapi melalui kegiatan hari ini, kita semua diajak untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, dan ini merupakan salah satu cara dalam menerapkan dan mendukung GERMAS”. Lanjut Ola Rua.

Hal senada juga disampaikan oleh Camat Witihama, Laurensius Lebu Raya, S.H. Dalam sambutannya sekaligus membuka seluruh rangkaian kegiatan HUT LANSIA ini. Beliau mengatakan bahwa menjadi tua itu bukan pilihan, tetapi merupakan siklus hidup yang harus kita alami secara alamiah.

Melalui kegiatan ini, katanya, kita diajak untuk mempersiapkan lansia yang sehat dan mandiri dalam keluarga.

“Gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS), dimulai dari keluarga, keluarga perlu menerapkan dan mempraktekan pola dan perilaku hidup sehat, agar tercipta keluarga yang sehat dan mandiri”. Kata Lebu Raya.

Sebelum perlombaan dimulai, diawali dengan Penyuluhan Kesehatan tentang Perilaku hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dibawakan oleh dr. Rahmmah Nurhijjah (Dokter Puskesmas Witihama) dan tarian Enam Langkah Cuci Tangan yang dibawakan oleh Petugas Kesehatan Puskesmas Witihama.

Selanjutnya perlombaan tarian daerah antar Posyandu Lansia. Satu persatu kelompok Posyandu Lansia dari 16 Desa membawakan tarian daerah sesuai nomor urut yang telah diundi.

Tarian Lebe, Lili dan Dana, merupakan tarian daerah, warisan leluhur yang dibawakan para Lansia. Syair-syair yang dilantunkan pun berisikan tentang nilai-nilai hidup sehat dalam alunan bahasa Lamaholot. Dipadu dengan sentakan kaki yang seirama diiringi bunyi giring-giring, dan ayunan tangan yang saling mengait satu dengan yang lain sebagai satu kesatuan. Dentuman musik perkusi gong gendang yang ditabuhkan menambah semaraknya suasana, seakan mengundang para peserta/penonton untuk ikut menari.

Pada kesempatan ini juga, hadir Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli. Sebelum menutup rangkaian kegiatan perlombaan hari ini, beliau dalam sambutannya mengatakan bahwa pemerintah selalu berupaya untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, termasuk kepada Lansia.

Kegiatan yang digagas oleh Puskesmas Witihama dan Pemerintah Kecamatan Witihama ini patut diapresiasi, karena ini merupakan salah satu bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah kepada Lansia.

Beliau juga menghimbau kepada Pemerintah Desa untuk memperhatikan para Lansia di Desa terutama pada saat kegiatan Posyandu Lansia, dengan mensuport kegiatan mereka serta diselingi dengan pemberian nutrisi yang sehat dan bergizi kepada Lansia.

Yang menjadi juara I pada perlombaan ini adalah Lansia dari Desa Balaweling Noten, Juara II Lansia Desa Pledo dan Juara III Lansia Desa Watoone. Sedangkan Posyandu terfavorit diraih oleh dari Posyandu Primal Desa Balaweling Noten, Busana terbaik diraih oleh Posyandu Sedang Mekar Desa Pledo dan Posyandu Lansia teraktif diraih oleh Posyandu Titehena Desa Riangduli.

Selain memberikan hadiah berupa piala dan sertifikat penghargaan kepada Para Juara, Wakil Bupati Flores Timur juga memberikan apresiasi kepada 15 Kader Posyandu senior yang paling lama mengabdikan diri di Posyandu. (Eman Ola Masan Lamabelawa)

Editor : Rafael L Pura

Komentar