oleh

Perbatasan RI-Timor Leste Jadi Jalur Sindikat Narkoba Internasional

-Hukrim-66 Dilihat

ATAMBUA, Terasntt.com – Para sindikat narkoba international kerap menggunakan daerah perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste sebagai jalur untuk memasukan narkoba dari Tior Lest ke Indonesia.
Hal itu dikemukakan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs Sulistian Andriatmoko, M.Si saat melantik empat pejabat BNN Kabupaten Belu di Aula Bete Lalenok, Selasa (20/10).
Keempat pejabat BNN yang dilantik diantaranya, Ferdinandus Bouk Lau, S.Ip menjabat Kepala BNN Kabupaten ,Victor Fahik sebagai Kasi Rehabilitasi BNN, Gregorius sebagai Kasi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat serta Alfonsius Berek S.Sos dilantik menjadi Kasubag Umum.
Pendirian Kantor BNN di Kabupaten Belu kata dia, dilakukan karena memiliki alasan yang cukup kuat.
Menurutnya, berdasarkan hasil kajian yang dilakukan tim intelijen BNN pusat dan BNN Provinsi NTT, daerah perbatasan antara Belu dan Timor Leste menjadi sasaran sindikat jaringan internasional untuk memasok narkotika.
“ Saat ini narkotika banyak masuk melalui Timor Leste ke wilayah Indonesia lewat Kabupaten Belu,”kata Sulistian.
Banyaknya pasokan narkotika melewati Timor Leste lanjutnya, disebabkan karena undang-undang di Negara Timor Leste yang belum signifikan. Disamping itu, ancaman terhadap pelaku pengedar narkotika di Timor Leste juga tak seberat seperti yang diterapkan di Indonesia.
“Di Timor Leste pelaku tindak pidana masih bisa keluar dengan membayar sejumlah uang. Hal ini yang menjadi pertimbangan mengapa harus di bangun BNN di Kabupaten Belu,” katanya.
Dalam melaksanakan tugasnya demikian Sulistian, BNN mengemban sejumlah fungsi yakni fungsi pencegahan, pengembangan masyarakat, rehabilitasi dan fungsi pemberantasan.
“Untuk Kabupaten Belu saat ini kita akan lebih fokus pada fungsi pencegahan dan pengembangan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, bila warga yang bermukim di daerah perbatasan tidak segera diberikan edukasi yang bersifat pencegahan dan pemberdayaan masyrakat, cepat atau lambat di Kabupaten Belu akan jadi pusat peredaran narkotika.
Sementara Kepalah BNN Kabupaten Belu, Ferdinandus Bouk Lau yang ditemui secara terpisah mengatakan, pihaknya akan melaksanakan tugas-tugas pencegahan dan pengembangan kepada masyarakat.
“Untuk tahun 2015 ini, kami namakan tahun pencegahan dan pemberdayaan masyrakat. Sementara tahun 2016 nanti akan jadi tahun penindakan,” tandasnya.
Upaya pencegahan yang dilakukan yakni berupa sosialisasi tentang bahaya narkotika ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Belu dan tempat-tempat keramaian.(ino)

Komentar