oleh

Penting, Informasi Program SKPD bagi Penanggulangan Bencana.

-Humaniora-70 Dilihat

OELAMASI, Terasntt.com — Setiap program kerja SKPD teknis sangat penting bagi penanggulangan bencana di Kabupaten Kupang. Perlu langkah tindak lanjut pemecahan masalah bencana di berbagai wilayah yang ada.

Demikian disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD, Kabupaten Kupang Charles Panie saat memimpin rapat koordinasi informasi antar SKPD teknis, di Gedung kebaktian GMIT Kasih Karunia Oesao Klasis Kupang Timur, Rabu (20/4/2016).

Menurutnya, berbagai informasi program SKPD teknis sangat penting untuk melakukan koordinasi penanggulangan bencana di Kabupaten Kupang.
Dan akan disikapi dengan langkash ttindak lanjut oleh forum pengurangan resiko bencana kabupaten.
” Informasi dari masing-masing SKPD teknis sangat penting agar kita mampu merancangkan langkah antisipasi terkait penanggulangan bencana. Kekeringan berdampalk pada semua sendi kehidupan manusia,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut kasi Observasi dan informasi stasiun klimatologi BMKG Lasiana, Fera Adrianita, menyampaikan materi prakiraan iklim yang terjadi diwilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

” Pada bulan Maret – April 2016 terjadi kemarau panjang. Memang terjadi hujan tapi intensitasnya sangat rendah dari normal yaitu di bawah 50 persen sekitar 0-20 persen saja. Dan bulan Mei diperkirakan terjadi hujan kemudian pada bulan oktober akan terjadi kemarau hingga akhir tahun,” katanya.

Sementara Kabid kesehattan masyarakat, Dinkes Kabupaten Kupang, Theresia Ili mengatakan masalah kekeringan juga berdampak pada bertambahnya penderita gizi buruk. Saat ini ada terjadi di 10 Kecamatan, namun baru 6 kecamatan yang telah dilakukan intervensi progran oleh Dinkes Kabupaten Kupang.

“Kondisi kurang gizi di Kabupaten Kupang berjumlah 2.189 balita dari jumlah 30.352 balita yang ada. Gisi buruk berjumlah 187 balita. Intervensi program kami baru sebatas 6 Kecamatan. Kami bekerjasama dengan pihak LSM internasional ACS. Memang dampak kekeringan sangat mengganggu keberadaan ekonomi keluarga apalagi yang memiliki balita,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama Getrida Nesimnasi Kabid perkebunan Disbunhut Kabupaten Kupang mengatakan upaya yang dilakukan pihak Disbunhut melalui program rehabilitasi lahan-lahan kritis lewat teknologi tepat guna dan pembangunan embung bagi masyarakat.

“Kita pihak Disbunhut hanya melakukan rehabilitasi lahan kritis melalui penggunaan teknologi tepat guna dan pembangunan embung bagi masyarakat,” ujarnya.(man)

Komentar