oleh

Pengrajin Tenun – Ikat Belu Kesulitan Pasar

-Ekbis-17 Dilihat

ATAMBUA, Terasntt.com — Kelompok pengrajin tenun – ikat di Kabupaten Belu kesulitan pasar. Banyak kelompok yang tidak berjalan karena hasil tenunnya tidak dipasarkan.

Demikian disampaikan ketua kelompok Tenun “Mawar Raimate”, Linda
kepada ketua TP. PKK Kabupaten Belu, Lidwina Viviawaty Lay ketika melakukan kunjungan kerja sejumlah kelompok tenun – ikat setempat, Selasa (15/3/2016).

Menurutnya, pemasaran yang semakin sulit membuat banyak pengrajin tenun ikat menutup usaha mereka dan beralih ke pekerjaan lain.

” Banyak yang sudah malas untuk menenun karena tidak ada pasaran. Mau jual di rumah juga lama baru bisa di beli. Jadi kalau ada pesanan baru kami tenun. Dan harganya bervariasi yang paling mahal berkisar Rp 1 jutaan,” katanya.

Ketika berada di kelompok tenun – ikat Mawar Raimate dan Mawar Putih di Kecamatan Kota Atambua, Lidwina Viviawaty, berjanji akan memberikan dukungan terhadap pengrajin tenun – ikat agar dapat menghasilkan tenunan yang berkualitas baik,

” Saya akan akan sampaikan pada Bupati agar pengrajin tenun – ikat ini perlu mendapat perhatian yang baik dari pemerintah. Biar supaya Bupati tegas terhadap desa/ kelurahan agar anggaran yang di kucurkan Pemerintah Pusat ke desa dapat digunakan juga untuk pengembangan tenun – ikat,” ujar istri orang nomor satu Kabupatenb Belu.

Menurutnya pola itu harus ditempu karena anggaran Pemerintah Pusat untuk desa/ kelurahan disalurkan langsung, sehingga bisa menghidupkan kembali dan meningkatkan usaha kelompok tenun – ikat yang berkualitas.

Ia berharap agar para pengrajin tenun – ikat dapat menghasilkan tenunan yang berkualitas sehingga mampu bersaing di pasaran.

” Kualitas kain harus diperhatikan dan harga jualpun harus bisa kita sesuaikan dengan harga pasar. Ini hukum pasar,” katanya.(ino)

Komentar