oleh

Penghargaan Komnas HAM Tidak Konsisten, Warga Kupang Kecewa

-Daerah-21 Dilihat

OELAMASI, Terasntt.com — Warga Naibonat, Kebupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menilai Komnas HAM tidak transparan dan tembang pilih dalam memberikan penghargaan terhadap kerukunan beragama. Pasalnya dua kasus pembangunan rumah ibadah di Kelurahan Batuplat Kota kupang dan Naibonat, Kabupaten Kupang menuai masalah hingga Komnas HAM turun tangan.

Tepatnya tanggal 31 Juli 2013 pihak Komnas HAM diantaranya, Muhamad Imdadun Rakmat bersama rekannya turun dan melihat langsung kedua persoalan itu dilapangan. Bahkan menyaksikan langsung perjuangan masyarakat dengan mengoerbankan waktu, tenaga dan materi serta dukungan Pemerintah, DPRD Kabupaten Kupang dan TNI hingga kasus itu diselesaikan, bahkan langsung pelepasan hak atas tanah sekaligus acara peletakan batu pertama untuk lima agama besar dengan menghadirkan tokoh agama dan semua pihak terkait.

Sedangkan kasus Batuplat sesuangguhnya hanya masalah sertifikat dan dengan mudah Walikota Kupang, Jonas Salean menyelesaikannya.

” Yang kami sesalkan Walikota Kupang yang notabene menggunakan fasilitas negara untuk menyelesaikan persoalan itu bisa mendapat penghargaan dari Komnas HAM. Sementara masyarakat kecil pejuang kampung toleransi di Naibonat dan Pemerintah Kabupaten serta DPRD tidak mendapat penghargaan itu. Kami menilai pemberian penghargaan itu tembang pilih dan tidak konsisten. Sebagai masyarakat saya merasa tidak adil, jika penghargaan diberikan kepada Walikota saja. Menurut saya kasus yang terberat ada di Naibonat saat itu,” kata Anselmus Djogo penggagal kampung toleransi Naibotan di kediamannya di Oesapa Timur, Rabu (24/2/2016).

Menurutnya, Komnas HAM tembang pilih, karena tidak melihat sejauh mana pengorbanan masyarakat saat memperjuangkan kampung tolesansi dengan mengorbankan waktu, tenaga dan materi, bahkan jiwa sekalipun.

” Saya tidak mempersoalakan penyerahan pengahargaan kepada siapa. Tetapi yang saya sesalkan kenapa Komnas HAM tidak melihat perjuangan masyarakat kecil untuk mewujudkan toleransi umat beragama di Kabupaten Kupang,” tegasnya.

Seharusnya, lanjut dia penghargaan yang sama juga Komnas HAM berikan penghaargaan kepada masyarakat penggagas dan Pemerintah serta DPRD Kabupaten Kupang.

Sementara, Imdadun Rakmat, ketika dikonfirmasi melalui ponselnya mengakui telah memberikan penghargaan kepada Jonas Salean dan untuk Naibonat belum bisa disikapi karena Pemerintah belum mengeluarkan izin lokasi pembangunan rumah ibadah. Dan dia berjanji dalam waktu dekat ke Kupang untuk melihat kembali kasus Naibonat.

” Saya dalam waktu dekat akan ke Kupang untuk mendorong kasus Naibonat agar lebih cepat diselesaikan. Komnas HAM tidak bisa dipaksa oleh siapapun. Memberikan penghargaan itu berdasarkan parameter – parameter. Dan pada prinsipnya kita tetap mendorong agar Naibonat secepatnya diselesaikan,” katanya.(mas)

Komentar