oleh

Pengedar Narkorba Tak Terungkap, Polisi Ringkus Napi

-Hukrim-22 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com — Kasus narkoba beberapa hari lalu yang melibatkan dua napi penghuni Lapas kelas 2 A Kupang, Welem Sao dan Robet cukup menggegerkan dan menyita perhatian publik. Menariknya oknum yang menitip barang haram melalui Welem kepada Robert ini tidak kejar dan ditangkap, tetapi polisi fokus meringkus kedua napi ini dan memrosesnya.
Demikian hal ini diungkap, Kakanwil Kemenkum HAM NTT, Rohadi Imam Santoso ketika menerima kunjungan kerja Komisi 1 DPRD NTT di Lapas kelas 2 A Kupang, Jumat (23/10/2015).
Imam Santoso, menjelaskan, bahwa pada hari Senin tanggal 19 Oktober 2015, salah Welem Sao salah seorang tenaga binaan berstatus asimilasi bekerja di luar Lapas, dia mendapat infoemasi akan ada titipan untuk Robert dan ada yang mengantarnya, barang itu lalu diterima dan mengantungnya begitu saja karena tidak mengetahui barang apa yang dititip. Polisi yang sudah mengitainya langsung menangkap Welem, lalu Welem menyampaikan bahwa barang tersebut dititip untuk Robert dari orang yang tidak dikenal.
” Kami menganggap barang ini tak bertuan, tetapjuga kami menyayangkan kenapa polisi tidak mengejar dan menangkap sipenitip barang haram itu, malah lebih fokus pada kedua tenaga binaan kami,” tegasnya.
Mendengar penjelasan tersebut Ketua Komisi 1, Maxi Ebu Tho dan Sekretaris Gusti Beribe bersama anggota Ismail, Dolfi Kollo, Jonathan Kana, Leo, Junus, Gabriel Manek serta Ampera Seke Selan gerah dan menanggapi serius kasus itu.
Mereka menilai ada aktor inteletual yang mengendalikan pengedaran barang haram itu dari dalam.
Ebu Tho mengatakan, bahwa
kunjungan kerja Komisi 1 DPRD NTT ke Lapas berkaitan dengan kasus narkoba yang terjadi beberapa hari lalu, kasus tersebut menyedot perhatian masyarakat baik daerah maupun nasional, bahkan internasional.
” Kami merasa perlu untuk bertemu langsung kakanwil dan kalapas serta seluruh jajaran untuk melihat langsung kondisi di Lapas ini. Juga kami ingin melihat sistem pengamanan yang bagaimana sehingga narkoba bisa masuk di dalamnya. Jangan sampai ada actor intelektual yang memegang remotnya ada di dalam lapas sendiri,” katanya.
Anggota komisi juga meminta agar pengawan di dalam lapas lebih diperketat dan harus mampu memberatas Narkoba karena akan merusak masa depan anak bangsa.(mas)

Komentar