oleh

Pemkot Kupang Keluarkan Edaran Waspada Dini Tiga Wabah Penyakit Dimusim Kemarau

-Daerah-114 Dilihat

Kupang, Terasntt.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang keluarkan surat edaran tentang kewaspadaan dini penyakit potensial wabah akibat perubahan iklim di Kota Kupang kepada Dinas Kesehatan, UPTD, Puskesmas, camat dan lurah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr.Ari Wijana kepada wartawan, Kamis
(18/6) menuturkan, berkaitan edaran ini telah diterima dan telah infokan ke semua Puskemas dan kelurahan guna dilaksanakan.

“Sesuai dengan isi edaran ini berkaitan dengan info iklim BMKG Provinsi NTT Juni 2019, bahwa tiga bulan mendatang yakni Juli sampai dengan September diprediksi akan terjadi penurunan curah hujan di kabupaten/kota se NTT, sehingga berdampak terjadinya kekeringan,” lanjut Wijana. Kondisi ini terkait erat dengan resiko timbulnya kejadian penyakit potensi wabah antara lain Diare, ISPA dan Malaria terutama pada kelompok usia rentan bayi dan Balita yang merupakan salah faktor pemicu terjadibya gizi buruk.

Tambah Wijana, menyikapi kondisi tersebut maka melalui surat edar Wali Kota Kupang No.067/ Dinkes 443.4 /VII /2019, guna dapat melakukan upaya kewaspadaan dini yakni meningkatkan koordinasi semua elemen masyarakat dengan menitiberatkan upaya pencegahan dan penanggulangan timbulnya penyakit potensial wabah yakni Diare, ISPA dan Malaria.

Selain itu, kata Wijana melalui kewaspadaan dini ini juga diminta untuk dapat meningkatkan upaya promoso kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat tentang PHBS secara terus menerus.

“Dan menjamin akses air bersih untuk konsumsi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar terutama dilokasi sulit air.Serta meningkatkan pemantauan penyakit potensial wabah di faslitas kesehatan dan segera merespon alert sehingga tidak terjadi KLB,” kata Wijana.

Adapun hal lain, Dikatakan Wijana melalui surat edaran tersebut yakni menjamin logistik sebagai antisipasi terjadi KLB penyakit potensial wabah.Dan penanganan dan pelaporan  KLB penyakit potensial wabah dilakukan sesegera, prioritas dan koordinasi disetiap jenjang.

“Melalui edaran tersebut camat dan lurah juga diminta untuk dapat berperan aktif dalam menggerakan masyarakat dalam PHBS yakni penggunaan air bersih,  cuci tangan, menggunkana jamban keluarga, pembrantasan sarang nyamum dan mengkonsumsi buah dan sayur,” ungkap Wijana.

Sementara untuk masyarakat, tambah Wijana diminta agar masyarakat yang berpergian ke daerah endemis agar segera melaporkan diri ke puskesmas terdekat.(Yon)

Komentar