oleh

Pemkot Berhasil Tangani Kasus HIV/AIDS

-Humaniora-22 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com – Kementerian Kesehatan,dan Komisi Penanggulangan Aids Nasional (KPAN) memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kota Kupang karena berhasil menekan kasus HIV/AIDS di Kota Kupang.
Walikota Kupang, Jonas Salean kepada wartawan di Kantor Walikota Kupang, Senin (26/10) kemarin mengatakan, dirinya segera berangkat ke Makasar, Sulawesi Selatan untuk menerima penghargaan itu.
“Saya ijin dua hari ini untuk berangkat ke Makasar besok untuk menerima penghargaan tersebut dari Kementerian Kesehatan,dan Komisi Penanggulangan Aids Nasional (KPAN),” kata Jonas.
Sesuai informasi yang diperoleh pihaknya, dalam event itu hanya tiga daerah yang mendapat penghargaan yakni Kota Kupang, Bali dan NTB.
“Sebenarnya yang menerima penghargaan untuk NTT termasuk Kabupaten Belu, namun tergantung penanganan dalam penganggaran melalui kebijakan dari Kepala Daerah. Karena dalam penganggaran musti ada kesepakatan antara pemerintah dan DPR .Untuk itu Kota Kupang dalam penanganan HIV/AIDS sangat bagus yakni dari organisasi,menajemen,tata penggelolaan,penanganan dan pendanaan,” katanya.
Dari sisi pendanaan kata dia, Pemerintah Kota mengalokasikan angaran senilai Rp1 milliar dalam penanganan HIV/AIDS yang nantinya dikelola KPA Kota Kupang.
“Dalam pendanaan HIV/AIDS ini kami bersama DPR melihat dasar pemekirana Kota Kupangg sebagai Ibu Kota Provinsi maka perlu membatasi masalah HIV/AIDS,sebab HIV/AIDS ini ibarat gunung es,maka jika tidak dilakukan pencegahan dari sekarang maka penderitaan akan bertambah,” katanya.
Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kota Kupang, Drs. Agustinus Q. Bebok sebelumnya mengatakan, perkembangan kasus HIV/AIDS di Kota Kupang terkesan sulit dikendalikan sebab hingga saat ini tercatat 438 warga Kota Kupang terinfeksi Virus HIV/AIDS.
Sesuai data yang dikantongi pihaknya, dari total warga yang terinveksi virus HIV/AIDS terbanyak di Kecamatan Alak.
“Untuk penanggulangan serta pencegahan kami telah membentuk Warga Peduli AIDS (WPA) di 51 kelurahan yang ada di Kota Kupang,” katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, penyebaran kasus virus HIV/AIDS di kecamatan itu sejak tahun 2000 hingga mei 2015 sebanyak 23 persen dengan jumlah distribusi pasien yang mendapat pelayanan di Puskesmas Alak sebayak 118 pasien.
“Kecamatan lain masih rendah dalam terinfeksi Virus HIV/ AIDS seperti kota Raja hanya 11 persen dengan jumlah pasien yang mendapat pelayanan di Puskesmas Bakunase sebanyak 69 pasien, kota lama 7 persen dengan jumlah yang mendapat pelayanan di Puskesmas Oepoi sebanyak 7 pasien,” katanya.
Sementara di Kecamatan Maulafa sebesar 19 persen dengan jumlah pasien yang mendapat pelayanan di puskesmas Sikumana sebanyak 8 pasien, 5 pasien di Puskesmas Oebobo dan kelapa lima 21 persen dengan jumlah pasien yang mendapat pelayanan di Puskesmas Pasir Panjang sebanyak 39 pasien, Puskesmas Oesapa sebanyak 104 pasien dan puskesmas Kupang Kota sebanyak 19 pasien. Dengan pembentukan WPA di setiap kelurahan diharapkan dapat mencagah penularan HIV/AIDS di Kota Kupang.(rif)

Komentar