oleh

Pemkot Bantu Air Bersih bagi Warga Naimata

-Humaniora-21 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com – Pemeirntah Kota Kupang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang memberikan bantuan air bersih bagi warga di Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa Kota Kupang, Jumat (6/11).
Lurah Naimata, Melianus Benggu dalam sambutannya saat menerima bantuan itu menguraikan, wilayah yang dipimpinnya itu dihuni 3.960 jiwa yang tersebar pada 21 RT. Saat ini ungkapnya, wilayah yang dipimpinnya memasuki zona krisis air bersih.
Menurutnya, krisis air yang melanda wilayah tersebut selain disebabkan kemarau yang berkepanjangan juga diperparah belum dilayani Perusahan Daerah Air Minum (PDAM). Ia mengatakan, dari 21 RT yang ada di wilayah tersebut, krisis terparah terjadi di RT.001 hingga RT.009 yang dihuni sekitar 890 jiwa.
“Warga pada sembilan RT yang krisis air ini, selama ini selama bergantung pada air sumur gali yang berjumlah 34 sumur gali. Namun dari 34 sumur gali ini hanya dua sumur yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih ,sebab yang lain sudah kering,” tuturnya.
Di wilayah itu kata Benggu, terdapat dua buah sumur bor yang dibangun pada tahun 2008 namun hingga saat ini kedua dua sumur bor tersebut hanya satu saja yang berfungsi sedangkan satunya tidak berfungsi akibat mesim pompanya sudah rusak.
Menurutnya, mesin pompa yang alami kerusakan tersebut telah diambil PDAM Kota Kupang namun hingga saat belum berkordinasi dengan pihaknya soal keberadaan mesin tersebut
“Kami telah sampaikan ke PDAM dan PDAM telah melakukan survey, namun hingga saat belum juga ada jawaban dari PDAM,” ungkapnya.
Sementara Walikota Kupang, Jonas Salean dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asiten II Setda Kota kupang, Djamal Mila Meha saat menyerahkan bantuan air bersih bagi warga Nimata mengatakan, Kota kupang memilki dua musim yakni musim kemarau dan musim hujan dimana kondisi kemarau lebih panjang dari biasanya .
Sesuai penjelasan yang dilansir Stasiun Klimotologi kelas II Lasiana-Kupang menyebutkan, curah hujan di Kota Kupang hingga bulan Juni 2015 sebesar 0 hingga 2 milimeter sedangkan sifat hujan dengan bulan Juni umumnya di bawah normal.
Menurutnya, hal itu menunjukan Kota Kupang berpotensi alami kekeringan hingga bulan Desember 2015 mendatang.
“Kita banyak doa agar sekitar Desember sudah ada hujan sehingga masalah air bersih bisa teratasi. Salah satu dampak terbesar yang dirasakan oleh masyarakat yaitu ketersedian air bersih yang sangat terbatas bahkan tidak mencukupi kebutuhan masyarakat. Untuk mengatasi masalah air bersih saat musim kemarau, pemerintah membantu air bersih namun tidak dilayani setiap hari hanya pada titik tertentu yang sudah masuk dalam daerah rawan,” katanya.
Ia menambahkan, salah satu penyebab utama Kota Kupang mengalami kekurangan air bersih selain perubahan iklim juga disebabkan karena populasi penduduk di Kota Kupang dari waktu ke waktu terus bertambah sehingga berdampak pada meningkatnya kebutuhan akan air bersih.
“ Saya berharap kiranya melalui kegiatan penanganan masalah-masalah strategis tangap cepat darurat dan kejadian luar biasa yang berhubungan denagn pemenuhan air bersih kepada masyarakat Kota Kupang ,yaitu dengan memebrikan bantuan air bersih kiranya dapat mengurangi beban masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuahn air bersih.,” katanya.(rif)

Komentar