oleh

Pemkab Kupang Evakuasi Balita Asal Tinis

-Daerah-18 Dilihat

OELAMASI, Terasntt.com – Pemerintah Kabupaten Kupang mengevakuasi sejumlah balita asal dusun tiga Tinis, Desa oemolo, Kecamatan Amabi Oefeto Timur yang mengalami diare.
Proses evakuasi itu dilakukan menyusul setelah tiga balita di dusun itu meninggal dunia usai terserang diare sementara puluhan lainnya dalam kondisi memprihatinkan.

Sebagai upaya preventif, Pemkab Kupang menerjunkan tim ke dusun itu, Selasa (12/1/2016) pagi yang terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, dr. Robert J. Amaheka, Camat Amabi Oefeto Timur, Yesaya Pa’e, Kabag Humas dan Protokoler, Stef Baha serta pihak Puskesmas Oenuntono turut terlibat melakukan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan berupa pembagian obat – obatan kepada balita dan tindakan medis lainya sementara bagi balita yang kondisinya parah segera dilarikan ke RSUD Naibonat.

Hadir juga pada kesempatan itu, Danramil 1604-05 Camplong, Kapt. Inf. Harapan Abdon beserta anggotanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kupang, Hendrik Paut yang dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Selasa (12/1) petang mengatakan, kasus yang menimpa warga di dusun itu akibat minimnya kesiapsiagaan warga serta yang tidak cepat menginformasikan kejadian kepada petugas kesehatan maupun kepada pemerintah desa untuk ditangani secepatnya.

Ia mengakui, usai mendapat informasi dari warga, dirinya langsung menugaskan Kepala Dinas Kesehatan untuk mengambil tindakan penyelamatan kepada para korban.

Informasi yang diperolehnya dari petugas menyebutkan, hasil identifikasi menunjukan terdapat 13 orang balita yang perlu mendapatkan pelayanan medis segera.

Ia juga telah berkoordinasi dengan Direktris RSUD Naibonat supaya segera memberikan pertolongan medis kepada para korban secara tuntas sehingga tidak ada korban jiwa seperti sebelumnya.

Dirinya juga menyayangkan ketiadaan tenaga bidan desa di lokasi itu serta penjabat kepala desa yang tidak berada ditempat.

“Mudah – mudahan ini menjadi pengalaman berharga buat para petugas medis di puskesmas dan pustu agar selalu tanggap terhadap kondisi pancaroba yang terjadi terutama kepada para balita dan anak sekolah dan ibu baru melahirkan,”ujarnya.

Dengan kejadian itu, dirnya menolak menetapkan status menjadi Kondisi Luar Biasa (KLB) lantaran sudah ditangani dengan baik.(bet)

Komentar