oleh

Pemda TTU Ambil Alih Kasus Meninggalnya TKI, Dolfina Abuk di Malaysia

-Hukrim-77 Dilihat

KEFAMENANU, Terasntt.com — Kasus meninggalnya Dolfinas Abuk TKI asal TTU di negeri Jiran Malasya disikapi serius Pemda TTU. Setelah meninggal jenazah korban dikirim ke TTU dan tiba pada tanggal 9 April 2016, namun organ tubuh bagian dalam tak ada.

Karena tidak puas, keluarga korban didampingi kuasa hukum, Magnus Kobesi,SH membawa kasus tersebut ke Pemda TTU dan menyampaikan langsung kronologisnya kepada Bupati Raymundus Fernandes bersama sejumlah pimpinan SKPD di ruang kerja bupati, Senin (18/4/2016).

Usai mendengar pengaduan itu, Bupati Fernandes spontan menegaskan, bahwa kasus tersebut diambil alih oleh Pemda kerena bukan saja berskala nasional tetapi Internasional antar negara dan sekaligus mendampingi keluarga melaporkan ke Polres TTU.

Fernandes secara tegas menyatakan sikapnya, bahwa Pemda tidak akan tinggal diam setelah mengetahui kasus tersebut.
Dan melalui surat kuasa keluarga korban kepada Pemerintah Daerah Kabupaten TTU, Pemda TTU berhak mengambil langkah – langkah hukum selanjutnya.

” Pada intinya Pemerintah Daerah Timor Tengah Utara tidak akan tinggal diam. Karena ini bukan menjadi masalah dalam Kabupaten TTU tetapi sudah menjadi masalah Internasional. Korban asal TTU – Indonesia meninggal secara tidak wajar di Malasysia. Dan berdasarkan Surat Kuasa dari keluarga korban yang ditandatangani orangtuanya, kami akan mengambil alih kasus ini dan selanjutnya menempuh langkah – langkah hukum hingga terungkap penyebab kematian korban dan kasusnya menjadi jelas,” tegas Bupati Fernandes.

Menurutnya, Kadis Nakertrans akan berkoordinasi dengan pihak – pihak terkait, dan dirinya juga akan komunikasikan dengan kuasa hukum keluarga korban agar kasus ini segera disampaikan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.

Usai mendengar kronologis kematian korban Fernandes bersama Kabag Hukum Pemda TTU Eddy Sinlaeloe dan sejumlah pimpinan SKPD mendampingi keluarga korban melaporkan kasus tersebut ke Polres TTU secara hukum.

Kepada wartawan, Fernandes mengaku selain mengantar keluarga korban ke Polres untuk melaporkan kasus ini, Pemda TTU juga segera melakukan pertemuan terbatas untuk internal Daerah.

Hingga sore, Bupati Fernandes masih berada di ruang Kapolres TTU, AKBP Robby Medianus Samban, SIK dalam rangka koordinasi terkait pengaduan keluarga korban.

Sementara Kabag Hukum, Eddy Sinlaeloe bersama kuasa hukum, Magnus Kobesi, SH mendampingi keluarga korban dalam pengambilan BAP di Mapolres TTU.

Sebelumnya diberitakan, Dolfina Abuk, TKI asal Desa Kota Foun, Kecamatan Biboki, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT meninggal di Malaysia pada tanggal 7 April 2016 lalu. Jenazahnya dikirim kembali dan tiba di kampung halamannya tanggal 9 April 2016 diantar oleh seorang polisi bersama agen.

Keluarga bersepakat membuka peti jenazah itu, namun betapa kagetnya melihat dua jahitan di tubuh putri mereka.
Satu jahitan panjang mulai dari leher hingga bagian bawah kemaluan dan satu pada bagian belakang kepala.

Merasa curiga, keluarga membuka jahitan itu dan melihat organ tubuh bagian dalam tak ada lagi termasuk lidahnya.(dit)

Komentar