oleh

Pemda Lembata Siapkan Gedung Baru Puskesmas untuk Tampung Warga dari Daerah Terpapar Covid-19

-Humaniora-85 Dilihat

Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapobali bersama Kapolres  Lembata AKBP Janes H. Simamora, S.H., M.H memimpin rapat  bersamaa gugis tugas covid-19.

Kupang, teras-ntt.com — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lembata NTT menyiapkan gedung baru Puskesmas Desa Pada dan Gedung Gerai Maritim Lewoleba untuk menampung warga yang datang dari daerah terpapa Covid-19. Upaya pemerintah ini untuk memutuskan matarantai penyebaran Virus Corona.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapobali dalam rapat bersama Tim Gugus Tugas di halaman Aula Kantor Bupati Lembata, Rabu (8/4/2020).

Seperti yang dilansir Bentara.net, puskesmas itu mampu menampung kurang lebih 93 orang ketika menjalani masa karantina.

Akan tetapi dengan mempertimbangkan jarak aman dan ukuran luas masing -masing ruangan maka Puskesmas Lewoleba mampu menampung 60 orang.

” Untuk mengantisipasi terjadi over kapasitas setiap lorong dalam ruangan puskesmas yang digunakan sehingga diperkirakan mampu menampung 93 orang, terang Tapobali.

Menurutnya, Pemda Lembata juga menyiapkan anggaran selama masa karantina di dua gedung tersebut termasuk biaya makan minum.

” Kita siapkan spring bad bisa juga tempat tidur darurat, kebutuhan memasak seperti kompor, piring, sendok, gelas dan juga beras. Listrik sudah ada, tinggal kita back up air dan mereka masak sendiri,” jelasnya.

Sementara itu, status pekerjaan puskesmas dalam tahap finishing, Tapobali mengatakan, pihak PPK akan menyurati pihak ketiga sehingga pekerjaan di luar gedung akan disesuaikan.

Selain gedung Puskesmas Lewoleba di Desa Pada, Ia menyampaikan pihaknya sedang mempersiapkan gedung Gerai Maritim di samping lapangan Harnus yang juga akan digunakan menjadi tempat karantina.

Rapat tim gugus tugas Covid-19 di Lembata

Pada kesempatan yang sama Kapolres Lembata AKBP Janes H. Simamora, S.H., M.H, dalam mengatakan, semua elemen dalam gugus tugas perlu di kerahkan dan harus tetap terintegrasi.

Tetap mengikuti semua aturan dan istruksi dalam kegiatan pemantauan di masing-masing posko.

Pemda juga harus kerahkan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Lembata untuk berbagi peran di lapangan dengan tetap berkoordinasi.

Ia menegeskan, untuk semua rumah ibadah, gereja, masjid dan lainnya harus di jaga oleh petugas demi keamanan wilayah dan proses kerja, mengingat titik sentral kumpul masyarakat itu penting untuk dipantau, meskipun sudah ada himbauan untuk semua kegiatan dilakukan dari rumah.(lm)

Komentar