oleh

Pelaku Penembakan San Bernardino Diduga Berbaiat pada ISIS

Jakarta, CNN Indonesia — Seorang pelaku penembakan di San Bernardino, Amerika Serikat, yang menewaskan 14 orang dan melukai 17 lainnya diduga telah berbaiat pada ISIS. Dugaan ini masih belum rampung diselidiki dan belum ada kesimpulan soal motif penyerangan, namun FBI telah masuk ke penyelidikan “aksi terorisme” dalam kasus ini.

Dugaan ini disampaikan oleh tiga orang penyidik kepada CNN, Jumat (4/12). Sumber CNN mengatakan bahwa salah satu pelaku perempuan, Tashfeen Malik, pernah menyatakan baiat pada pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi di akun Facebooknya.

Akun itu, menurut sumber, menggunakan nama lain, bukan Malik. Tidak disebutkan bagaimana penyidik bisa sampai pada kesimpulan bahwa Malik berada di balik akun tersebut. Pernyataan ini belum dikonfirmasi oleh aparat, baik FBI maupun kepolisian AS karena belum ada bukti yang menunjukkan ke tuduhan itu.

Sebelumnya penyidik mengatakan bahwa pelaku telah teradikalisasi, diduga menjadi motif serangan di fasilitas bagi penyandang cacat tersebut. Malik bersama dengan suaminya, Syed Rizwan Farook, menyerbu lokasi itu dengan senjata laras panjang, menembak membabi buta.

Dalam penggeledahan polisi, ditemukan belasan bom pipa dan ribuan amunisi pistol dan senapan laras panjang di kediaman Farook.

Sumber penyidik mengatakan kemungkinan serangan itu terinspirasi oleh ISIS, namun tidak menyebutkan apakah pasangan itu melakukannya atas perintah kelompok bersenjata yang menguasai sebagian Suriah dan Irak itu.

Dugaan terorisme juga telah disampaikan secara resmi oleh pejabat FBI David Bowdich yang mengatakan bahwa kini aparat tengah menyelidiki motif aksi teror. Langkah ini diambil berdasarkan berbagai bukti yang dikumpulkan, termasuk percakapan telepon salah satu pelaku dengan seseorang yang tengah diselidiki FBI.

Selain dugaan radikalisasi, ada kemungkinan lain motif serangan, yaitu tekanan pekerjaan. Hal inilah yang membuat aparat belum bisa menarik kesimpulan serangan itu dilandasi ideologi ekstrem.

“Sangat tidak bertanggung jawab dan terlalu dini untuk menyebut kasus ini sebagai terorisme. FBI mendefinisikan terorisme sangat spesifik dan pertanyaan besar bagi kami sekarang adalah, apa motivasi serangan ini?” kata Bowdich sebelumnya.

Pencarian penyebab serangan semakin sulit karena Farook dan Malik tidak pernah sama sekali terlibat dalam kasus kekerasan. Selain itu keduanya juga tidak memiliki hubungan dengan kelompok teror di luar negeri.

Pengacara keluarga Farook meminta agar kasus ini tidak dikaitkan dengan agama kedua tersangka yang tewas dalam baku tembak polisi itu, yaitu Islam.

“Orang-orang ini tidak mewakili mayoritas. Agama Islam adalah agama yang indah yang tidak akan menyetujui pembunuhan seperti ini. Agama ini adalah perdamaian, cinta dan saling memahami,” kata pengacara keluarga Farook, David Chesley.

Chesley juga menyayangkan pemberitaan media yang terlalu cepat menyimpulkan keterlibatan kedua tersangka dengan kelompok bersenjata, padahal tidak ada buktinya. Apalagi, kata Chesley, pemberitaan yang menyudutkan umat Islam semakin memperkeruh suasana dan menjadi bahan bakar bagi Islamofobia. (den)

Komentar