oleh

PD Pasar Menghindar ketika Tim Tertibkan Pasar Oeba

-Ekbis-22 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com — Upaya Pemerintah Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang menertibkan secara keseluruhan Pasar Oeba belum maksimal. Masih banyak pedagang enggan membongkar kiosnya yang melampaui drainase.

Sementara PD Pasar yang diharapkan mampu mengatasinya bersama tim tak kunjung hadir, bahkan tak bertanggung jawab dalam menyiapkan lahan.

Lurah Oeba, I Wayan G.Astawa bersama anggota tim penertiban, Den Adoe dan Pol PP yang diwakili Simon Sine ketika ditemui di kantor lurah setempat, Senin (7/3/2016), mengatakan untuk menertibkan perjual di Pasar Oeba pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak RT, Dinas Perhubungan, Pol PP dan PD. Pasar.

” Saya sudah undang semua pihak untuk rapat bersama dan membentuk tim penertib semua datang dan mendukung upaya penertiban. Hanya PD. Pasar tidak pernah mengindahkan undangan rapat dan terkesan masa bodoh. Harusnya PD. Pasar menyiapkan lahan untuk pedagang yang ditertibkan, malah ini tidak dikakukan, bahkan ada dugaan manipulasi karena beberapa pedagang yang sudah mendapat lapak di lokasi pasar yang baru, juga masih dibiarkan menjual di pinggir jalan dan konsekwensi pada retribusi,” tegas Astawa.

Demikian juga disampaikan Den Adoe, bahwa penertiban yang dilakukan semata – mata untuk kebaikan bersama pedagang maupun pembeli dan warga setempat.

” Kalau semua sudah ditertibkan lalulintas dalam pasar lebih lancar dan tidak ada kecelakaan akibat saling senggol,” tegasnya.
Sementara Anggota DPRD Kota Kupang, Amin La Ode ketika dihubungi melalui ponselnya, mengaku sangat mendukung sikap Pemerintah Kelurahan untuk menertibkan Pasar Oeba.

” Saya sangat mendukung penertiban Pasar sejauh untuk kebaikan apalagi saya masuk dalam Komisi yang bermitra dengan PD Pasar,” katanya.

Ia juga berjanji akan berkoordinasi dengan anggota komisinya agar turun bersama meninjau hasil penertiban Pasar Oeba oleh tim. Dan jika masih ada pedagang yang tidak taat kita menghimbau agar semua mengikuti aturan yang ada agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Pantauan Terasntt.com — sepanjang Jalan Alor sebagian besar kios semi permanen dibangun melampui drainase, bahkam hingga badan jalan. Ketika sosialisai penertiban pemiliknya engan membongkar. Yang dibongkar hanyalah terpal yang digelar untuk melindungi panas. Rata – rata drainase tetap berada dalam areal jualan mereka. Demikian juga di jalan masuk Kantor Lurah sebagian pedagang masih membuka terpal dan berjualan di bahu jalan dan diatas trotoar hingga menghalangi arus lalulintas.(mas)

Komentar