oleh

Partai Golkar Didorong Pecat Setya Novanto

-Politik-19 Dilihat

Jakarta, CNN Indonesia — Partai Golkar disarankan segera memberhentikan Setya Novanto sebagai kader karena telah bertemu dengan petinggi PT Freeport Indonesia dan seorang pengusaha minyak dalam negeri, Juni lalu.

Pemberhentian Setya dapat dilakukan jika Golkar ingin memberi kesan tak memiliki hubungan dengan PT Freeport selama ini.

“Golkar kan sebenarnya punya hubungan dengan Freeport sejak era Presiden Soeharto berkuasa. Oleh karena itu, penting bagi Ketua Golkar menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki hubungan apapun dengan Freeport dengan memberhentikan Setya Novanto,” kata Koordinator Institut Hijau Indonesia Chalid Muhammad di Jakarta, Kamis (19/11).

Setya Novanto dianggap telah melanggar etika politik karena bertemu para petinggi Freeport Juni lalu. Etika Setya sebagai politisi semakin tergerus setelah Menteri ESDM Sudirman Said melaporkan dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla olehnya dalam pertemuan itu.

Dalam kesempatan yang sama, Chalid juga menyarankan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Pandjaitan untuk melaporkan dugaan pencatutan namanya dalam pertemuan antara Setya Novanto dengan petinggi Freeport.

Jika Luhut tidak melaporkan dugaan pencatutan namanya ke kepolisian, masyarakat dikhawatirkan akan semakin bingung memandang permasalahan dalam pertemuan Setya Novanto dengan Freeport.

“Luhut sebaiknya laporkan dugaan pencatutan nama beliau, atau melaporkan adanya perbuatan tidak menyenangkan. Jika tidak dilakukan, Luhut hanya akan menyisakan pertanyaan ada atau tidaknya keterlibatan ia dalam permainan perpanjangan kontrak Freeport di Indonesia,” ujar Chalid.

Sudirman Said pada Senin (16/11) lalu telah mendatangi MKD untuk melaporkan anggota parlemen yang disebut mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, terkait perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia.

Dalam laporannya, dia menyertakan lampiran transkripsi percakapan yang dilakukan antara SN (Setya Novanto), R, dan MS di suatu hotel kawasan Jakarta Selatan.

Pertemuan antara oknum anggota dewan, pengusaha, dan pimpinan Freeport dilakukan lebih dari tiga kali. Laporan Sudirman lebih merinci pertemuan ketiga yang dilakukan pada Senin 8 Juni 2015, sekitar pukul 14.00-16.00 WIB, bertempat di suatu hotel di kawasan Pacific Place SCBD, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan, anggota DPR tersebut menjanjikan suatu cara penyelesaian tentang kelanjutan kontrak Freeport, dan meminta agar Freeport memberikan saham yang disebut-sebut akan diberikan kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.(obs)

Komentar