oleh

Oknum Teler Bank NTT Diduga Bobol Rekening Nasabah

-Hukrim-22 Dilihat

KUPANG, Terasntt.com — Oknum pegawai Bank Nusa Tenggara
Timur (NTT) Kantor Cabang Utama (KCU), NM dan SdC diduga melakukan tindakan kejahatan perbankan dengan
membobol rekening nasabah sebesar Rp 50 juta. Uang tersebut ditransfer ke
rekening pribadi NM menggunakan user dan pasword milik SdC sebaga Officer Head Teller.

Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan kasus itu terjadi pada 13 Oktober 2015. Dimana NM, salah satu teller yang bertugas berhasil menggunakan user id dan pasword milik SdC, kemudian
melakukan postingan fiktif pada transaksi dan mengirim uang milik nasabah sebesar Rp 50 juta ke rekening milik kerabatnya.

Walau demikian, kasus ini terkesan ditutupi, bahkan pimpinan KCU Kupang,
Bonefasius Ola Masan terkesan melindungi kedua oknum tersebut.

Atas persoalan ini, beberapa wartawan mencoba lakukan konfirmasi ke pihak
KCU Kupang, pada Senin, 9 November 2015. Namun Pimpinan Cabang KCU
Kupang, tidak bersedia memberikan keterangan.
“Pak Pimpinan cabang tidak mau ketemu teman-teman wartawan terkait kasus ini,” jelas Wakil Pimpinan Cabang Bidang Operasional, Jusuf Louk,
sambil menegaskan bahwa benar kasus ini terjadi.

Menanggapi kasus ini, Direktur Umum, Adrianus Cheme menjelaskan, saat ini pihak Bank NTT sedang melakukan investigasi audit internal.

“Kami sudah terima laporan dan sedang lakukan investigasi. Hasilnya
seperti apa nanti akan kami bawa ke sidang direksi untuk putuskan dan
beri sangsi kepada yang bersangkutan,” ujarnya.

Dalam investigasi, pihaknya akan independen melihat semua pihak dan tingkat kesalahan yang dilakukan. Bahkan tidak ada kesan tebang pilih seperti yang dituduhkan oleh pihak luar dalam melihat kasus ini.

“Kami akan tindak semua pihak yang bermain dalam kasus ini. Jadi tidak ada kesan tebang pilih. Dalam waktu dekat sudah ada hasil investigasi internal terkait soal ini,” jelasnya.

Mantan direktur Bank NTT Amos Corputy mengatakan kasus tersebut terjadi akibat kurangnya pengawasan dari pihak Bank NTT.

“Kalau pengawasan lemah dari Bank, ya.. akibatnya begini. Bahkan hal ini bukan pertama kali. Sudah beberapa kali terjadi di jaman saya dan saya pecat.
Untuk itu pihak direksi harus ketat lakukan pengawasan,” tegasnya.
(mas)

Komentar