oleh

NTP Provinsi NTT Meningkat 0,09 Persen

-Ekbis-79 Dilihat

Kepala BPS Provinsi NTT, Darwis Sitorus saat jumpa pers melalui live streaming, Senin (4/5/2020).

Kupang, teras-ntt.com — Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi NTT bulan April 2020 alami meningkat sebesar 0.09 Persen. Walaupun NTP meningkat namun petani di pedesaan masih belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga dan kebutuhan barang modal/produksi.

Hal ini disampaikan Kepala BPS Provinsi NTT, Darwis Sitorus saat jumpa pers melalui live streaming, Senin (4/5/2020).

“ Pada bulan ini NTT mengalami peningkatan sedikit NTP dibandingkan bulan Maret 2020, tapi tetap petani di pedesaan masih sulit penuhi kebutuhannya,” ujar Darwis.

Menurut Darwis, NTP yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani, terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam persentase) merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan.

“ NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, perkembangan NTP Provinsi NTT hasil pemantauan harga-harga pedesaan di 271 kecamatan di NTT pada April meningkat, tapi tidak menyebabkan perubahan pada daya beli petani, karena indeks harga yang diterima petani lebih kecil dari indeks bayar.

Darwis Sitorus

“ Indeks harga yang diterima petani dari ke lima subsektor menunjukkan fluktuasi harga beragam komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Pada April, indeks harga yang diterima petani menurun 0,50 persen dibandingkan Maret yaitu dari 101,19 menjadi 101,70. Peningkatan pendapatan petani (lt) pada April disebabkan oleh meningkatnya indeks pada subsector tanaman pangan,” tandasnya

Di katakan Darwis, melalui indeks harga yang dibayar petani (lb) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat pedesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar di pedesaan serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

“ Pada April indeks harga yang dibayar petani dilaporkan mengalami peningkatan dibanding dengan bulan Maret yaitu dari 105,95 menjadi 106,38 atau naik 0,41 persen. Peningkatan ini terjadi pada seluruh subsektor,” ujar Darwis.(fs)

Komentar